Sabtu, 23 September 2017

Wisata Rumah Sakit - Biaya Persalinan / Biaya Melahirkan di Surabaya 2017

Assalamuallaikum ...

Saya sudah masuk minggu ke-34 kehamilan. Gak kerasa ya? Iya. BANGET. Waktu cepat berlalu. Rasanya kayak baru kemaren aja saya lulus kuliah terus disuruh nikah. Eeeh, sekarang sudah mau lahiran aja... Time flies sooooo FAST!

Untuk persiapan melahirkan, saya termasuk yang agak kelabakan sih mempersiapkan kelahiran anak pertama ini. Karena rejeki Alloh, saya juga harus nyicil KPR yang nominalnya gak sedikit menurut saya. Suami juga masih merintis usahanya yang belum setaun ini. But, Bismillah... everything is gonna be OK.

Selain mempersiapkan kebutuhan melahirkan baik untuk saya dan bayi (next saya akan share untuk keperluan belanja newborn ya...), saya juga mempersiapkan dana untuk melahirkan. Pastinya! Dan untuk hal ini, JANGAN TUNDA-TUNDA untuk menabung dan memikirkannya sejak dini. Kenapa? Karena biaya melahirkan tidak murah, pemirsah!!! Yaa, murah-mahal relative ya ...

Libur kemarin, saya langsung ajak Pak Bojo untuk wisata rumah sakit. Beberapa rumah sakit yang kerja sama dengan dokter kandungan saya, saya datangi. Saya share untuk yang normal aja ya, karena sementara saya tidak ada indikasi sectio partum. Yuk mari check it out laah...


RSIA Lombok Dua Dua (yang di jalan Flores)
  • Edelweiss (VVIP) 1 pasien, 1 bed penunggu, ada tambahan microwave dan kulkas dari fasilitas Tulip : 17.573.000-19.073.000
  • Tulip (VIP) 1 pasien, ada tambahan dispenser air dan sofa tamu dari fasilitas Alamanda : 14.633.000-16.133.000
  • Alamanda (Kelas I) - 1 pasien, ada tambahan kamar mandinya udah aer panas dari fasilitas Lily : 12.014.000-13.514.000
  • Lily (Kelas II) - 2 pasien, fasilitas sama kaya kelas III : 9.839.000-10.837.000
  • Anggrek (Kelas III) - 4 pasien, kamar mandi dalem, AC+ TV Kabel: 8.037.500-9.037.500

RS Pura Raharja (ini saya tanya aja, Dokter ndak kerja sama)
  • Kelas III - 4 pasien: 6.000.000-7.000.000
  • Kelas II - 3 pasien: 8.000.000-9.000.000
  • Kelas I - 2 pasien: 10.000.000-11.000.000
  • VIP - 1 pasien: 15.000.000
  • Kelas III Bidan: 4.500.000
  • Kelas II Bidan: 5.500.000
  • Kelas I Bidan: 6.500.000
  • VIP: 10.000.000

 Graha Amerta (ini yang Amazing .. haha)
  • VIP: 23.000.000
  • VVIP: 27.000.000
  • udah cuma ada dua kelas itu aja, VIP dan VVIP. Tapi di sini customer service nya baik banget, menjelaskannya dengan rinci dan sabar. Bahkan dikasih saran kalo mau rooming-in Ibu harus siap mental, disuruh siap botol ASI juga untuk tampung ASI, biar ga kebuang. Cowok padahal CS nya.

 RSIA Putri (saya tanya by phone, jadi kurang lengkap)
  • Kelas III - 5 pasien: 7.500.000
  • Kelas II - 3 pasien: 9.500.000
  • biaya sudah termasuk, SpOG, SpA, room 2 hari. Exclude: laboratorium, obat ibu, dan penanganan tambahan lain.


Biaya-biaya di atas biasanya sudah termasuk:
  • Kamar dua malam
  • Biaya dokter dan persalina standard (penanganan normal)
  • Obat Ibu
  • Biaya perawatan bayi standard

Tidak termasuk:
  • Penanganan melahirkan special (komplikasi tambahan)
  • Check Lab kalau bayi kuning.
  • Obat-obatan bayi


Untuk paket-paket tiap rumah sakit berbeda ya, tergantung rumah sakitnya. Semua juga biasanya pasti bilang ini hanya estimasi biaya, bergantung pada penanganan sewaktu melahirkan. Dari beberapa curhatan mommies yang saya baca di internet, tips agar biaya melahirkan tidak membengkak adalah:
  • Pastikan di awal untuk paket harga: DAPAT APA AJA, OBAT YANG TERMASUK APA AJA, FASILITAS YANG DIDAPAT APA AJA.
  • Kalau ditawari barang-barang seperti toiletteries  (shampoo, sabun, dll): PASTIKAN FREE ATAU BAYAR.
  • Better prepare than regret. Siapkan semua kebutuhan bayi dan Ibu SENDIRI. Toh pada akhirnya kalau dapat free dari rumah sakit, yang terlanjur diprepare bisa disimpan untuk stock.
  • Kerja sama yaa dengan pendamping (Suami, Ibu, Doula, dll), untuk make sure tiga poin di atas, karena katanya emak-emak habis melahirkan bakalan teler abis.

Dan begitulah wisata kami libur kemaren... (sambil ngelus dompet, kapan wisata beneran). Yang punya informasi biaya persalinan di Surabaya boleh lah komen di sindang. Oya, kalo saya wisata rumah sakit lagi, saya akan update. For now: See you!!!





Rabu, 30 Agustus 2017

USG 4D: Kenapa mahal? (Tapi juga Ada yang Murah?)



Disclaimer: postingan ini tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan fasilitas USG 4D manapun, dokter/ provider yang melayani, maupun pasien yang dilayani. Postingan ini dibuat SEMATA-MATA UNTUK BERBAGI PENGALAMAN.


Assalamuallaikum BuIbuk ... Cerita soal USG 4D saya kemarin sudah cukup informatif? Atau kurang? Atau mungkin BuIbuk ada tambahan? Bisa langsung comment / email / apapun untuk share pengalamannya yaa ke saya dan Mamak-mamak kece lain.

Jangan lupa check postingan soal hasil USG 4D saya yaa... Karena berkaitan sama postingan kali ini.

As informed before, kalo informasi USG 4D yang saya dapat itu baaanyaaak banget, dan jadinya saya rangkum seperti di posting-an sebelumnya. Nah, kali ini saya mau bahas soal biaya. Yup, emak-emak pasti pengen tau kan soal biaya dan soal budgeting? So here we go...

Starting with: Apa yang didapet dari USG 4D murah dan USG 4D mahal?

Seperti yang udah pernah saya share, kalo temen saya itu cuma kena harga Rp 130.000 untuk sekali kontrol dan sudah USG 2D + USG 4D. Trus kenapa saya kena harga Rp 700.000 dan tetap memilih yang Rp 700.000? Jadi ini saya ceritain dulu nih, saya dapet apa aja and temen saya itu dapet apa aja dari pengalaman kami USG 4D masing-masing. (foto-foto hasil USG nya di postingan sebelumnya yaa...)


Saya tulisnya 'USG 4D saya' dan 'USG 4D temen saya' gitu aja yaa ...

1. Harga:
Saya: Rp 700.000
Temen saya: Rp 130.000

2. Lokasi:
Saya: RS. Putri (sesuai rujukan dr. Brahmana, as obgyns saya)
Temen saya: tempat praktek dokternya

3. Dokter yang melayani:
Saya: dr. Aditiawarman (sesuai rujukan dr. Brahmana, as obgyns saya)
Temen saya: yaa dokternya itu lah...

4. Waktu:
Saya: 30menitan
Temen saya: entah, karena sambil kontrol kehamilan dianya. 

5. Dapet apa aja:
Saya: Lembar kesimpulan hasil yang menjelaskan tiap part body si bayik yang diperiksa dan kesimpulan soal penyakit medis lainnya, hasil-hasil foto USG 4D (wajah baby and gender), hasil-hasil foto USG 2D untuk pemeriksaan pada lembar kesimpulan hasil termasuk dengan diagram berat badan, terakhir CD yang isinya file foto + video moving nya si bayik.
Temen saya: hasil print out USG 2D + 4D doang di print gede. Udah itu aja... yaa sambil kontrol dia jugak kan yaa..


Dari 'apa yang didapet' udah keliatan yaa kenapa saya pilih yang lebih mahal. Sedikit cerita nih dari Bunda saya: temennya hamil diusia 40 tahun ke atas. As we know, usia 40 tahun ke atas untuk ibu hamil membawa resiko tinggi pada baby. Singkat cerita, dia USG 4D deh, di RS. Putri jugak sama kayak saya, tapi obgyns beda yaa... Then, hasilnya adalah si baby ada 'resiko' (well, saya ga mau cerita yaa resiko apa, cari di google aja Buk..), dari situ dia bisa kerja sama nih sama obgyns and dokter specialis anak untuk langkah selanjutnya. Hasilnya? Resiko pada anaknya bisa ditekan dan berhasil. So, guna banget kan si USG 4D ini? That's why saya bilang PERLU USG 4D (DENGAN LENGKAP).


Trus kenapa ada USG 4D mahal and ada yang murah?


Oke gini, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya jugak, kalo dari awal hamil, saya pengen USG 4D. Then, ketika saya dapat informasi soal biaya USG 4D yang signifikan ini, saya cari informasi dong kenapa bisa gitu? Untuk ini, saya cukup baca satu artikel aja dan udah menjawab pertanyaan saya. Saya rangkum dari artikel yang saya baca yaa:

1. USG 4D yang lebih murah itu biasa juga disebut sebagai USG 4D 'for fun'. Yaa namanya FOR FUN, jadi buat seneng-seneng ajah... Dalam artian sebenarnya: CUMA BUAT 'Nge-FOTO' SI BAYIK DALEM PERUT. Udah gitu aja... That's why cuma dapet print foto nya doang gitu aja.

2. USG 4D 'lebih murah' dilakukan oleh dokter obgyns yang punya alat USG 4D, sedangkan USG 4D yang biasanya 'lebih mahal' dilakukan oleh dokter obgyns yang punya kualifikasi khusus  untuk USG 4D mendetail, yang mana disebut 'screening 4D' atau 'screening abnormal'.

Jadi gitu BuIbuk sedikit cerita soal mengapa ada perbedaan harga yang signifikan dari USG 4D yang saya lakukan dan temen saya lakukan. Well I know, and WE ALL KNOW: murah atau mahal itu relatif. Maka dari itu perencanaan kehamilan dan langkah apa aja yang mau diambil itu sangat perlu. Untuk USG 4D ini saya sama suami nabung dulu loh... gak langsung 'mak-brek' Rp 700.000,- (maklum cicilan banyak, hahaha), tapi udah telat nabungnya. Saran saya untuk budgeting USG 4D adalah:

1. Sepakati dan rencanakan kehamilan.
2. Tanyakan sedini mungkin pada Obgyns / bidan yang menangani 'perlukah USG 4D?'
3. Konsultasikan biaya dan provider (penyedia layanan) USG 4D yang diinginkan (for fun / screening) pada Obgyns / bidan.
4. Nabung: kalo uda dari awal pengen USG 4D, ya uda nabung ajah... misal sisihin Rp 100.000 dari gaji tiap bulan dari awal hamil, khusus untuk USG 4D. Seandainya ga jadi USG 4D, uang hasil nabung bisa buat belanja keperluan lahiran.

Dan itulah lika-liku USG 4D saya. Saya sudah post beberapa hasil USG 4D saya di postingan terpisah. Jangan lupa di ceki-ceki yaa... Semoga membantu dan sampai jumpa!!!

supported source:
http://draldi.com/usg-4d-detail-571.html

Senin, 28 Agustus 2017

USG 4D: Mahal Loh... Dapet Apa Aja?

Assalamuallaikum...
Kayak janji di postingan sebelumnya yaa ... Saya akan share hasil USG 4D di postingan terpisah. Biar lebih jelas gitu ... Saya dapat satu buku besar dengan beberapa isi, yaitu:

1. Hasil foto USG dan video nya gak saya share yaa ... Di google banyak kok hasil foto USG 4D, di youtube juga banyak videonya. Jadi bisa search yaa.. Hehe.

2. Ini lembar kesimpulan hasil. Di situ tertera hasil-hasil pemeriksaan selama USG 4D. Ada dua foto yaa buat lembar kesimpulan hasil ini. Halaman pertama dan halaman kedua:
  • Halaman pertama: ada data pasien / data Ibu hamilnya (nama, alamat, HPHT, dan HPL nya); informasi umum soal janin; dan beberapa hasil kelengkapan organ.
  • Halaman kedua: lanjutan dari hasil kelengkapan organ dan kesimpulan dari seluruh pemeriksaan. Di situ tertulis dengan bahasa medis yang bisa dikonsultasikan dengan Obgyns masing-masing.




3. Setelah lembar hasil pemeriksaan, ada beberapa foto hasil USG 4D yang keliatan banget wajahnya (ini tergantung pada posisi bayi sewaktu di USG yaa... Alhamdulillah-nya pas saya USG, si bayik lagi gak malu-malu. Narsis malah. Hahaha ... ).

4. Kemudian ada beberapa hasil print out foto USG 2D yang menampilkan organ-organ yang diperiksa, yang saya sebut dipostingan sebelumnya dengan sebutan 'penitikan'.  Jadi ada banyak gitu fotonya, saya tunjukin dua ini yaa...




5. Diagram berat badan bayi, panjang, dan ukuran-ukuran lainnya. Di foto menunjukkan 4 diagram dan masing-masing ada titik. Titik itu menunjukkan Kurang, Cukup, atau Kelebihan. Alhamdulillah, si Bayik cukup. 'Pas di tengah' kata dokter.



6. Terakhir dapet kaset CD, yang isinya file foto USG 4D, jadi bisa dicetak gitu... dan beberapa file video hasil USG 4D, kayak nonton movie gitu...


Soooo, itu lah hasil yang didapet dari USG 4D saya kemaren. Semoga membantu dan cukup informatif. See you!

Minggu, 27 Agustus 2017

USG 4D : Apa, Manfaat, Bagaimana, dan Perlu Gak, SIh?

Assalamuallaikum, BuIbuk Cantiiik!
Semoga selalu sehat dan bahagia. Amin.

Usia kandungan saya sudah mau masuk tujuh bulan aja nih...Dan dari awal kehamilan, saya sudah 'meniatkan diri' untuk USG 4D atau USG 4 Dimensi. Kenapa? Karena USG 4D lebih jelas hasilnya dibandingkan USG 2D yang hitam-putih itu, jadi bisa lebih jelas gitu penampakan si baby dan lain lainnya. Bohong, ding... Hahaha.. Ya karena anak pertama gitu, pengen semua dicobain. Trus kan lagi nge-hits banget ya kan nge-USG 4D-in (alah bahasanyaa -..- )?

Sejak trismester pertama sudah tanya ke sana kemari soal USG 4D. Tanya ke temen-temen kantor, tanya ke Bunda, sampek browsing juga di internet. Ada yang bilang perlu, ada yang bilang gak perlu. Ada yang bilang cuma boleh satu kali, ada yang bilang tiap USG dia dapet 4D. Ada yang bilang muraaaaah banget harganya, ada yang bilang mahal. Kesimpulannya? Ya, tetep. SAYA MAU USG 4D (degan catatan, sesuai rujukan dokter kandungan saya). Ini sedikit banyak pengalaman saya soal USG 4D yaa ...


Pertama, apa sih USG 4D itu? Apa bedanya sama USG 2D, dan 3D?
  • USG 2D itu yang hitam-putih itu loh BuIbuk, yang kayak hasil foto USG yang pernah saya share di post sebelumnya. Gambar yang muncul hanya terlihat dari satu sisi saja. Dua - Dimensi itu seperti kalau kita menggambar 'kotak' pada kertas, flat.
  • USG 3D sudah memunculkan gambar dengan 3 sisi, gambar menjadi bervolume. Hasil gambar yang dihasilkan seperti foto. Wajah baby, bentuk tangan dan kaki sudah terlihat di USG 3D ini. Kurang nge-trend memang si USG 3D ini, karena langsung disusul oleh penemuan USG 4D yang lebih hits. 
  • Nah, kalo si USG 4D ini, hasilnya seperti video. Jadi ada tambahan 'dimensi waktu' pada USG ini. Kita bisa tau dia lagi ngapain, expresi wajahnya, gerakannya, dan lain-lain. Pas saya USG 4D, babynya lagi menguap, ya kelihatan gitu di layar, dia lagi menguap trus sempet manyun-manyunin bibir. Hahaha... gemeesss...

Manfaatnya apa dong dari USG 4D ini?  Toh orang jaman dulu USG 2D aja udah cukup. Gak pake USG malahan ... ya sehat-sehat aja bayinya?
  • Yup, bener. Sebenarnya, dengan USG 2D sudah mencukupi untuk pemeriksaan janin / bayi kita jika dilakukan dengan ahlinya (Dokter/bidan).  Jaman dulu jugak ga ada USG kan? Tapi hasil gambar yang dihasilkan kurang maximal, maka muncullah USG 3D dan 4D. 
  • Yang paling utama dari keuntungan melakukan USG 4D adalah, BENTUK JANIN TERLIHAT LEBIH JELAS, sehingga dokter bisa melakukan pemeriksaan dan analisa dengan lebih cepat dan tepat.
  • Gak hanya bentuk janinnya aja nih, tapi Dokter juga bisa mengetahui jantung dan struktur janin dengan lebih jelas. Di USG 2D, jantung dan struktur tulang sudah terlihat, namun tidak sejelas di USG 4D. Di USG 4D, aktivitas jantung dapat dianalisa lebih jelas seperti fungsi katup jantung, saluran pembuluh darah, ruang pembuluh darah, jika ada kelainan akan terdeteksi lebih dini.
  • Selain kelengkapan tubuh seperti hidung, tangan, kaki, dan lain-lain. Organ dalam lain selain jantung dan tulang juga dapat dilihat dan dianalisa lebih jelas, seperti voulume otak, paru-paru, ginjal, dan hati. 
  • Letak plasenta, ukuran plasenta, dan kecukupan air ketuban juga dapat dilihat di USG 4D ini. Karena ketiga hal ini sangat-sangat mempengaruhi proses persalinan nantinya.
  • Deteksi dini untuk kelainan seperti (maaf) down syndrome dan cacat fisik juga menjadi salah satu manfaat USG 4D ini. Dokter bisa menyarankan langkah selanjutnya kepada ibu hamil.
  • Terakhir, yang paling umum ditanya adalah GENDER. Cowok apa cewek nih? Nah, di USG 4D, kemungkinan untuk salah detect gender lebih minim.


Itu tadi sebagian manfaat yang bisa saya ceritakan secara singkat menurut bacaan di internet dan pengalaman saya sewaktu di USG 4D. Trus prosesnya gimana? Ini saya share menurut pengalaman saya ya... Memasuki usia 3 bulan kandungan saya mulai grab informasi sebanyak mungkin soal USG 4D, seperti yang saya bilang di atas, termasuk soal biaya. Saking seringnya saya tanya sini-situ dan baca di internet (yaa blog, yaa artikel, yaa forum mamak-mamak hamil) membuat saya sedikit bingung. Berikut beberapa perbedaan informasi yang saya dapat:
  1. Usia kandungan ideal untuk USG 4D: hasil browsing mengatakan usia kandungan ideal adalah 6-7 bulan, which is between 24-32 weeks lah ... Kenapa? Karena di antara usia itu, wajah dan bentuk si baby sudah terbentuk, tapi belum masuk ke panggul bayinya, jadi keliatan jelas. Hasil tanya sama temen, dia tiap kontrol ke dokternya, USG selalu 2D dan 4D. Nah loh... 
  2. Perlu berapa kali USG 4D: hasil browsing mengatakan tergantung dari indikasi dokternya, perlu atau engga. Hasil tanya temen, yang lagi hamil bilang kayak di nomor 1, tiap kontrol selalu USG 4D. Temen yang sudah punya anak 3 bilang, ga boleh sering-sering karena radiasi dari si alat USG ga bagus buat bayik. Obgyn saya bilang: cukup 1X selama kehamilan, jika diperlukan.
  3. USG 4D dimana: hasil browsing, saya di Surabaya yaa BuIbuk, USG 4D bisa di Rs. RKZ, Rs. Putri, Lombok Dua-Dua, dan beberapa dokter obgyn di tempat prakteknya. Hasil tanya temen, yang dia di USG 4D tiap kontrol, yaa di dokter kontrolnya. 
  4. BIAYA USG 4D: hasil browsing, yaa tau ndiri lah yaa ... browsing-an dari jaman balula juga masih muncul di google. Jadi better tanya langsung ke instansi terkait. Hasil tanya temen, Rp 130.000, tanya assistent nya dokter obgyn, Rp 700.000!!! Jauh banget kan bedanya? Ini ntar saya share kenapa begitu.
 
Banyaknya perbedaan informasi yang saya dapat, pada akhirnya Dokter Obgyn juga yang saya turuti. Sebenernya sih lebih nurut ke Bunda saya yaa... Beliau bilang 'Udah, nurut aja kata dokter...' Jadi ini langkah yang saya ambil sekaligus cerita singkat proses USG 4D nya.
  1. Tanya ke Dokter Obgyn, kapan bisa USG 4D. Saya diberi surat rujukan oleh beliau ke RS. Putri Surabaya untuk USG 4D di sana. Surat rujukannya benernya untuk Juli 2017, dengan usia kandungan antara 5-6 bulan. Saya jadinya USG 4D di pertengahan Agustus 2017, dengan usia kandungan antara 6-7 bulan (sesuai informasi internet hahaha).
  2. Buat appointment: Surat rujukan di RS. Putri di rujuk ke dr. aditiawarman sebagai dokter ahli yang assist saya untuk USG 4D. Saya telpon ke RS. Putri untuk buat appointment, karena ternyata (yang saya tau dari telpon juga), untuk USG 4D dibatasi macimal 4 pasien / harinya. Saya maunya Senin tanggal 21 Agustus, dapetnya Selasa tanggal 22 Agustus jam 4 sore. Dan karena di RS. Putri, jadi biayanya Rp 700.000. (nyengir sambil ngelus dompet). 
  3. Data Pribadi: Appointment confirmed with Mbak Wulan as operatornya. Beberapa detail data pribadi ditanyain by phone, nama lengkap, nama suami, alamat rumah, usia kandungan, nama dokter obgyn, dan nomer handphone saya plus suami.
  4. Hari H USG 4D (starting):  dateng ke Rumah Sakitnya, trus ke bagian receptionist. Registrasi ulang dan sekalian ngasih surat rujukan. Saya dianter suami dan adik ipar, dua-duanya boleh masuk ke ruangan USG 4D nemenin saya. Nunggu 15-20 menit sampek dipanggil masuk ke ruangan. Ketemu sama dokter USG nya, trus langsung rebahan di tempat tidur, dibantu assistent nya untuk isi data USG seperti nama, usia kandungan, nama dokter obgyn dan HPHT sekaligus dibantu prepare gel USG nya diperut.
  5. Hari H USG 4D (process): USG dimulai. Deg-degan? Iya! Penasaran kan yaa sama wajah si bayi. Bakalan mirip siapa, trus kelengkapan (Alhamdulillah, sehat, normal, lengkap!), dan gendernya.
  •  USG dimulai dengan ambil foto si bayi beberapa kali, jadi seperti foto-shoot gitu. Duh gemesin puol ... Mirip banget sama Bapaknya!
  • Dokter tanya, mau tau gendernya ndak? Dan dikasih tau gendernya, diliatin gitu anu-nya. Hahaha.
  • Trus dokter mulai deh ke proses 'pemeriksaan dan analisa', ini saya agak ga paham juga. Tapi yang saya lihat dokter menandai titik-titik tertentu. Jadi misal di bagian kepala, dokter menandai beberapa titik, dan banyak. Trus di bagian tangan, dokter juga menandai beberapa bagian begitu. Di sini dokter nunjukin yaa, ini jari-jarinya lengkap, ini kakinya, gitu ... Di bagian jantung juga dokter take sampek 4 kali, kalo di USG 2D kan cuma sekali trus denger detak jantung gitu ajah yaa .. (mungkin, mungkin nih ... itu take 4 kali untuk bilik kanan, bilik kiri, serambi kanan, serambi kiri gitu). 
  • Proses 'penitikan' dan USG ini 40menit-1 jam yaa waktunya. Saya kurang lebih 30-35 menit, cepet kok... Karena dokter sudah ahli dan semua normal. Alhamdulillah... 
  • Selesai proses, saya bayar ke cashier. Trus tunggu hasilnya. Saya dapat satu buku besar, dengan lembar pertama adalah hasil kesimpulan USG (next saya fotoin dan saya share di post terpisah), foto USG 4D yang ala-ala foto shoot itu, hasil USG yang dititik-titik itu, sama satu CD video.

Yak itu lah USG 4D saya dan bayik. Jadi perlu gak sih USG 4D? Buat saya, PERLU. Bukan soal hasil foto dan video, tapi dari hasil pemeriksaan yang lengkap itu. Berapa kali? Sekali ajah... hasilnya sudah bagus banget. Trus kenapa ada yang murah dan ada yang mahal? Iya, siiiss... After saya post foto-foto hasil USG 4D yak, baru saya crtain kenapa begitu. See youuu!!

Supporting sources:
http://www.alodokter.com/komunitas/topic/usg-4d-2
http://hamil.co.id/kehamilan/manfaat-usg-4-dimensi
https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/usg-3d-dan-4d-apa-bedanya/

Minggu, 09 Juli 2017

Trismester Pertama Kehamilan: Dia adalah Buah Cinta Kami

Assalamuallakum Ladies!

Apa kabar?
Sudah nikah? Sudah hamil? Sudah dapat jodoh? Oops, maaf yang masih jomblo tapi nyasar artikel ini. Semoga semua disegerakan... Amin.

Ngomongin soal trismester pertama kehamilanku, kesimpulan yang muncul cuma satu kata: LEMESSSSS!!! Yup, saya mual dan muntah terus pas trismester pertama. Awalnya saya kira kehamilan saya akan jauh dari yang namanya muntah-muntah tapi ternyata tidak. Waktu kontrol pertama kehamilan, dokter tanya 'mual nggak?', dengan pedenya saya jawab 'Ngga, Dok'. Saya fokus aja sama kram perut di awal kehamilan dan banyak-banyakin istirahat. Temen kantor saya juga sempet saya cibirin, 'Anakku pinter, ga rewel loh...'. Tapi ternyataaaaaaa, cranky juga ni bocah.



Menjelang dua minggu sebelum kontrol berikutnya, beeeehhhh saya mual dan muntah tiap hari. Pernah dalam sehari saya muntah sampai lima kali, dan kata orang-orang bilangnya 'Masih mending, aku dulu lebih parah'. Ga kebayang deh gimana yang lebih parah. Ckckckck...

Banyak yang tanya sama saya sensitifnya sama apa? Karena ada beberapa ibu hamil yang sensitifnya cuma dengan bau atau benda tertentu. Kalau saya sih, sama makanan yaa... Terutama bau ikan goreng! Aneh loh, padahal sebelum hamil saya suka makan ikan goreng. Terus saya yang doyan banget, nget, nget, sama susu jadi muntah kalau habis minum susu. Aneh kan? Iya, aneh. Banyak hal luar biasa pokoknya yang terjadi selama kehamilan saya sampai usia kandungan (UK) lima bulan ini.

Soal ikan goreng sama susu ini saya ada cerita sendiri, nih... Bapaknya si bayik alias Pak Bojo itu gak seberapa suka sama ikan dan ga suka banget sama susu. Yaa dia mau minum susu tapi bener-bener bisa dihitung sama jari. Itupun biasanya karena dia butuh. Bener-bener deh saya heran, saya bau ikan goreng aja sudah marah-marah tutup hidung. Susu segala susu sudah dicoba dan tetep rejected at the end. Bapaknya confident banget kalau anak ini bakalan lebih deket sama dia. Dia bilang, ‘Kayak aku tuh... mirip aku tuh...’

Pernah beberapa kali saya tiba-tiba pengen makan sesuatu (kata orang sih ‘ngidam’), saya ga bilang sama Pak Bojo, eh tanpa dikomunikasikan dengan sengaja, Pak Bojo beli makanan-makanan itu buat saya loh... Seperti waktu saya lagi di kantor, saya tiba-tiba pengen makan serabi yang pakai kuah santan. Saya ga bilang sama Pak Bojo karena saya ga mau dibilang ngidam aneh-aneh. Eh, ternyata pas pulang kerja dia jemput saya, dia bawa serabi, persis seperti yang saya pengen.

Beberapa artikel atau video di youtube yang pernah saya baca atau tonton soal kehamilan bilang: Janin dalam perut Ibu sudah bisa diajak untuk berkomunikasi sejak usia dini kandungan. Begitu saya tau saya hamil, saya selalu berusaha ajak si janin dalam perut untuk ngobrol, terutama yang berkaitan dengan dia.

Tau penyanyi Andien, kan? Satu yang saya ingat dari preggo story dia adalah minta ijin sama si jabang bayi kalau kita mau melakukan sesuatu. Kalau saya mau kerja, saya bilang ‘Dek, mommy kerja, ikut mommy ya...’; kalau saya lagi pengen sesuatu untuk dimakan ‘Dek, mommy kok lagi pengen ini yaa... Kamu pengen?’; saya mau luar kota ‘Dek, kita mau luar kota nih... Sehat-sehat ya, sayang’; saat saya lagi sangat sensitif dan jadi cengeng pun bilang ‘Sorry... Mommy lagi sensi, but you don’t need to worry, everything will be OK, just be strong, Baby’; dan lain sebagainya.


Kejadian-kejadian tidak sengaja yang sering terjadi di antara kami bertiga: saya, suami saya, dan janin, membuat  saya percaya bahwa betul-betul luar biasa sebuah peristiwa kehamilan. Beberapa kesimpulan saya ambil dari kejadian-kejadian luar biasa kami, yaitu:
  • Saya percaya bahwa kehamilan saya ini buah cinta kami berdua dengan doa.
  • Dia yang menjadi satu dari kami adalah hasil pencampuran kami membawa DNA-DNA kami.
  • Karakter yang berbeda di antara saya dan Pak Bojo menjadi satu dalam dirinya, sehingga kejadian seperti ikan goreng dan susu bisa saja terjadi.

Saya sering bilang ‘Anak daddy banget nih...’, tapi selain itu saya percaya bahwa dia sangat terikat dengan kami berdua, bukan hanya saya yang mengandungnya.


Banyak kejadian luar biasa lainnya yang belum bisa saya ceritakan, mungkin lain waktu. Tapi percayalah, bahwa kehamilan adalah suatu peristiwa luar biasa dalam kehidupan manusia. Bahagialah, Moms!


Oya, next mungkin saya akan cerita lebih banyak ya soal mual dan muntahnya saya, buat share pengalaman aja sih... See you!


Jumat, 28 April 2017

Penjagaan Dini Kehamilan dan HPHT



Assalamuallaikum !!!
Sebenernya agak malu-maluin juga ngepost soal ini, tapi semoga tulisan mengenai Penjagaan Dini Kehamilan ini bisa menjadi informasi tambahan untuk Ibuk-Ibuk.
Calon Mahmudce (Mamah Muda Kece), sebelum saya menikah, saya mendapatkan penyuluhan dari Puskesmas Pusat Kota. Saya tinggal di Surabaya, hasil sharing dengan teman-teman yang juga baru menikah, tidak semua kota ada layanan ini yaa... Jadi, silakan bertanya kepada pelayanan pemerintahan di masing-masing kota.

Penyuluhan tersebut berisi:

1. Penyuluhan Keluarga Berencana (pastinya)

2. Penyuluhan Mengenai Generasi Platinum

3. Penyuluhan Bekal untuk Keterbukaan antara Suami dan Istri Mengenai Riwayat Seks Masing-Masing

4. Penyuluhan Mengenai Nutrisi Persiapan Kehamilan

5. Test Darah untuk Mengetahui Riwayat Penyakit (saya skip ini, kalau mau tahu kenapa saya skip ini, saya akan ceritakan di judul lain)

Saya ceritakan secara umum saja ya, mengenai isi penyuluhan yang kami ikuti. Iya, kami. Penyuluhan ini bukan cuma untuk Caloh Mahmudce saja, tapi juga buat Pahmudce. Seorang calon suami harus dan wajib mengetahui bekal-bekal pengetahuan untuk kehidupan berumah tangga. Yah meskipun cuma diaplikasian 10% dari 100% oleh dia, hehehe.

Di penyuluhan itu, kami menandatagani semacam surat perjanjian, yang mana kami bersedia dengan sepenuh hati berusaha mencetak generasi platinum, baik melalui nutrisi, penjagaan aktivitas, dan upaya lainnya. Ibu Puskesmas-nya bilang pembentukan Generasi Platinum itu ada pasa Masa Usia Emas Anak atau bahasa kerennya Golden Age. Usia Emas ini dimulai dari usia 0 (nol) sampai 5 (lima) tahun. Usia nol di sini bukan terhitung dari lahirnya bayi di dunia loh, geeenkss... Ternyata usia nol itu dimulai dari pembentukan sel telur pertama kali!

Kapan sel telur yang akan dibuahi ini pertama kali dibentuk? Nah, ini saya ceritain dikit yaa... Kalau ada salah, mohon dibetulkan, dan bertanyalah pada yang lebih ahli.

Jadi, (tetep menurut Ibu Puskesmas), hari pertama haid itulah sel telur dibentuk, bukan setelah haid selesai, baru sel telur itu terbentuk. Hari pertama kita haid/mens/datang bulan itu sel telur baru kita mulai diproduksi, sedangkan proses haid (keluarnya darah) adalah pembuangan stock lama kita. That's why, ketika hamil dan kontrol pertama, yang ditanyakan dokter adalah HPHT kita.

Apa itu HPHT? HPHT adalah Hari Pertama Haid Terakhir. Berikut adalah contoh dari pengalaman saya, yaa...

  • Sebelum positive hamil, haid terakhir saya adalah di bulan Januari 2017, dimulai dari tanggal 25 Januari 2017 dan berakhir pada 1 Februari 2017. (Saya menikah 3 February 2017)
  • Jadi, HPHT saya adalah 25 Januari 2017. 
  • Sel telur yang menjadi janin dalam kandungan saya adalah sel telur yang dibentuk pada 25 Januari 2017.
Dari situ, Ibu Puskesmas bilang, saya harus sudah menjaga nutrisi saya. Entah dikasih segera atau masih disimpan dulu rejekinya sama Tuhan, yang penting kami sudah berusaha menutrisi si sel telur ini. Upaya yang kami lakukan yaitu:

  • Saya sudah mengurangi makan pedas walau belum tau hamil pada saat itu. 
  • Saya dan Pak Bojo menghindari melewati jalan jelek untuk menghindari getaran berlebih. 
  • Tidak makan junkfood. 
  • Minum susu penunjang progam kehamilan seperti Prenagen Esensis. 
  • Menghindari kegiatan berat (setelah hasi negative langsung cuek. Hahaha). 
  • Berdoa
Berdoa itu sih yang paling penting. Di agama kami, sebelum melakukan hubungan suami-istri kami harusnya berdoa. Ada bacaannya loh... Berhubung saya belum hafal, Bismillah aja pokoknya. Berdoa sama Tuhan, kalau saya disegerakan rejekinya. berikanlah anak yang Sholeh dan Sehat. Inget jugak, semua usaha kita kembalinya ke Tuhan.

Nah jadi kira-kira begitu Buibuk cerita saya soal Penjagaan Dini. Next-nya mau share lagi soal perkembangan lanjutan. See you...