Tampilkan postingan dengan label Trimester Pertama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trimester Pertama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Oktober 2017

Trimester Pertama dan Mual-mual !!!



Assalamuallaikum !!!
Hayoo siapa yang mual-mual di hamil mudanya? SAYAAAA!!!
Yes, saya termasuk salah satu dari sekiaaaaaan banyak BuIbuk yang mual plus muntah-muntah di awal kehamilan. Share dikit lah yaa soal ini, siapa tau ada yang perlu informasi begini tapi dari real pengalaman pribadi.

Saya pernah cerita kalo saya mual plus muntah itu bisa sampek lima kali sehari, sedangkan ada Ibu Hamil yang seperti Bunda saya dan penyanyi Andien yang cuma muntah dua kali SELAMA kehamilannya. *prok prok prok* (tepuk tangan selamat). Pertanyaan umum yang sering diajukan oleh calon Ibu soal 'permualan' ini adalah: rasanya gimana sih?, trus cara mengatasinya gimana?, gapapa kan ya? Bayi tetep sehat kan ya?. Nah, mari kita tengok sedikit penyebab mual pada hamil muda.

  • Perubahan hormon pada tubuh. Ketika sel telur yang sudah jadi menempel pada rahim, hormon kehamilan (HCG_singkatannya cari sendiri) diproduksi.
  • Ibu hamil menjadi lebih sensi pada bau dan rasa.
  • Stress.

Saya pribadi menyimpulkannya sederhana:
Ibarat sebuah gelas kaca yang dalam kondisi netral (kosong), diisi dengan air es yang dingin. Apa yang terjadi? Embun-embun es akan bermunculan pada dinding gelas kaca itu.
Sama dengan tubuh kita.
Kondisi tubuh kita 'netral', dalam hal ini belum hamil - 'kosong'. Kemudian sel telur yang berhasil dibuahi / janin muncul. Rahim yang semula sepi, kini ada kehidupan. Bentuk rahim pun berubah menyesuaikan, letaknya yang dekat dengan organ pencernaan kita membuatnya 'mendesak' kawan-kawan organ pencernaan, sehingga makanan yang masuk jadi terjepit dan menimbulkan mual.

Beberapa artikel yang saya baca dalam mengatasi mual saat hamil muda semuanya intinya sama sebenernya. Mereka menyarankan:
  • Saat bangun tidur, tidak boleh langsung bangun, tapi nyemil dulu. Cemilan yang disarankan biskuit asin.
  • Makan sering, tapi dalam porsi kecil.
  • Hindari bau atau rasa yang tidak disukai.
  • Jangan makan makanan pedas.
  • Istirahat yang cukup.

Cara-cara tersebut ada yang efektif dan ada juga yang bener-bener ga guna sama sekali. So, saya punya cara sendiri pada akhirnya.
  • Biskuit asin di bangun tidur untuk menghindari morning sickness: saya ga ngefek! Soalnya saya ga morning sickness, yang ada saya itu tiap kali habis makan mual trus muntah. Jadi saya hentikan cara ini.
  • Hindari bau dan rasa yang tidak disuka saat hamil muda: OF COURSE!!! Ga usah disuruh jugak, otomatis tutup hidung kalo bau ikan goreng.
  • Saya juga menghindari bau-bau menyengat lain, seperti bau parfume, bau make up, ataupun bau masakan menyengat. Ini BERHASIL.
  • Bawa minyak kayu putih ke mana-mana. Soal ini bebas yaa, ada istri temen saya tuh pas hamil muda bawak sabun batangan lifebuoy ke mana-mana buat bau-bauan. Yang terkini malah ada aroma therapy yang dijual online di instagram untuk mengatasi mual ibu hamil harganya sekitar 100ribuan. Saya? Cukup minyak kayu putih aja.
  • Makan permen. Awal-awal sih berhasil untuk menghilangkan pahit di mulut, tapi lama-lama jadi boomerang. Setelah permen yang diemut habis, pahitnya tambah parah...
  • Minum manis. Awal-awal ngefek. Lama-lama enek.
  • Hindari makanan pedas. It's true!! Bukan soal anaknya bakalan jadi item karna makan pedes, tapi pedes bisa bikin asam lambung naik, picu mual. Trus kalo muntah abis makan pedes, duooooh tenggorokan rasanya kayak kebakar.
  • Makan dikit tapi sering. Iye bener. Kayak yang saya bilang di atas, kawan-kawan organ lagi 'didesak' sama si baby, otomatis mereka mengecil. Space untuk makanan menjadi kecil dan sedikit. Makan dikit buat kasih kesempatan mereka mencerna dan juga ga jadi 'penuh' yang ujung-ujungnya 'balik' (muntah).
  • Selalu sarapan!! Ga musti bangun tidur langsung hap makan yaa... saya biasanya bangun tidur, minum teh anget dikit, trus mandi, trus sarapan kue. Berangkat kerja, nyampek kantor baru sarapan nasi sedikit.
  • Minum air putih yang banyak. Saya termasuk orang yang kurang minum air putih sepertinya. Padahal ini bagus banget loh... Oya, air es ga masalah!! Ga bikin bayi gede. Air es itu zero calorie! Yang bikin bayi gede itu kalori nya, kalo air es nya ada syrup nya baru ga zero lagi.

Jadi begitulah yang bisa saya share soal mual-mual. Semoga bermanfaat. See you.

Minggu, 09 Juli 2017

Trismester Pertama Kehamilan: Dia adalah Buah Cinta Kami

Assalamuallakum Ladies!

Apa kabar?
Sudah nikah? Sudah hamil? Sudah dapat jodoh? Oops, maaf yang masih jomblo tapi nyasar artikel ini. Semoga semua disegerakan... Amin.

Ngomongin soal trismester pertama kehamilanku, kesimpulan yang muncul cuma satu kata: LEMESSSSS!!! Yup, saya mual dan muntah terus pas trismester pertama. Awalnya saya kira kehamilan saya akan jauh dari yang namanya muntah-muntah tapi ternyata tidak. Waktu kontrol pertama kehamilan, dokter tanya 'mual nggak?', dengan pedenya saya jawab 'Ngga, Dok'. Saya fokus aja sama kram perut di awal kehamilan dan banyak-banyakin istirahat. Temen kantor saya juga sempet saya cibirin, 'Anakku pinter, ga rewel loh...'. Tapi ternyataaaaaaa, cranky juga ni bocah.



Menjelang dua minggu sebelum kontrol berikutnya, beeeehhhh saya mual dan muntah tiap hari. Pernah dalam sehari saya muntah sampai lima kali, dan kata orang-orang bilangnya 'Masih mending, aku dulu lebih parah'. Ga kebayang deh gimana yang lebih parah. Ckckckck...

Banyak yang tanya sama saya sensitifnya sama apa? Karena ada beberapa ibu hamil yang sensitifnya cuma dengan bau atau benda tertentu. Kalau saya sih, sama makanan yaa... Terutama bau ikan goreng! Aneh loh, padahal sebelum hamil saya suka makan ikan goreng. Terus saya yang doyan banget, nget, nget, sama susu jadi muntah kalau habis minum susu. Aneh kan? Iya, aneh. Banyak hal luar biasa pokoknya yang terjadi selama kehamilan saya sampai usia kandungan (UK) lima bulan ini.

Soal ikan goreng sama susu ini saya ada cerita sendiri, nih... Bapaknya si bayik alias Pak Bojo itu gak seberapa suka sama ikan dan ga suka banget sama susu. Yaa dia mau minum susu tapi bener-bener bisa dihitung sama jari. Itupun biasanya karena dia butuh. Bener-bener deh saya heran, saya bau ikan goreng aja sudah marah-marah tutup hidung. Susu segala susu sudah dicoba dan tetep rejected at the end. Bapaknya confident banget kalau anak ini bakalan lebih deket sama dia. Dia bilang, ‘Kayak aku tuh... mirip aku tuh...’

Pernah beberapa kali saya tiba-tiba pengen makan sesuatu (kata orang sih ‘ngidam’), saya ga bilang sama Pak Bojo, eh tanpa dikomunikasikan dengan sengaja, Pak Bojo beli makanan-makanan itu buat saya loh... Seperti waktu saya lagi di kantor, saya tiba-tiba pengen makan serabi yang pakai kuah santan. Saya ga bilang sama Pak Bojo karena saya ga mau dibilang ngidam aneh-aneh. Eh, ternyata pas pulang kerja dia jemput saya, dia bawa serabi, persis seperti yang saya pengen.

Beberapa artikel atau video di youtube yang pernah saya baca atau tonton soal kehamilan bilang: Janin dalam perut Ibu sudah bisa diajak untuk berkomunikasi sejak usia dini kandungan. Begitu saya tau saya hamil, saya selalu berusaha ajak si janin dalam perut untuk ngobrol, terutama yang berkaitan dengan dia.

Tau penyanyi Andien, kan? Satu yang saya ingat dari preggo story dia adalah minta ijin sama si jabang bayi kalau kita mau melakukan sesuatu. Kalau saya mau kerja, saya bilang ‘Dek, mommy kerja, ikut mommy ya...’; kalau saya lagi pengen sesuatu untuk dimakan ‘Dek, mommy kok lagi pengen ini yaa... Kamu pengen?’; saya mau luar kota ‘Dek, kita mau luar kota nih... Sehat-sehat ya, sayang’; saat saya lagi sangat sensitif dan jadi cengeng pun bilang ‘Sorry... Mommy lagi sensi, but you don’t need to worry, everything will be OK, just be strong, Baby’; dan lain sebagainya.


Kejadian-kejadian tidak sengaja yang sering terjadi di antara kami bertiga: saya, suami saya, dan janin, membuat  saya percaya bahwa betul-betul luar biasa sebuah peristiwa kehamilan. Beberapa kesimpulan saya ambil dari kejadian-kejadian luar biasa kami, yaitu:
  • Saya percaya bahwa kehamilan saya ini buah cinta kami berdua dengan doa.
  • Dia yang menjadi satu dari kami adalah hasil pencampuran kami membawa DNA-DNA kami.
  • Karakter yang berbeda di antara saya dan Pak Bojo menjadi satu dalam dirinya, sehingga kejadian seperti ikan goreng dan susu bisa saja terjadi.

Saya sering bilang ‘Anak daddy banget nih...’, tapi selain itu saya percaya bahwa dia sangat terikat dengan kami berdua, bukan hanya saya yang mengandungnya.


Banyak kejadian luar biasa lainnya yang belum bisa saya ceritakan, mungkin lain waktu. Tapi percayalah, bahwa kehamilan adalah suatu peristiwa luar biasa dalam kehidupan manusia. Bahagialah, Moms!


Oya, next mungkin saya akan cerita lebih banyak ya soal mual dan muntahnya saya, buat share pengalaman aja sih... See you!


Jumat, 28 April 2017

Penjagaan Dini Kehamilan dan HPHT



Assalamuallaikum !!!
Sebenernya agak malu-maluin juga ngepost soal ini, tapi semoga tulisan mengenai Penjagaan Dini Kehamilan ini bisa menjadi informasi tambahan untuk Ibuk-Ibuk.
Calon Mahmudce (Mamah Muda Kece), sebelum saya menikah, saya mendapatkan penyuluhan dari Puskesmas Pusat Kota. Saya tinggal di Surabaya, hasil sharing dengan teman-teman yang juga baru menikah, tidak semua kota ada layanan ini yaa... Jadi, silakan bertanya kepada pelayanan pemerintahan di masing-masing kota.

Penyuluhan tersebut berisi:

1. Penyuluhan Keluarga Berencana (pastinya)

2. Penyuluhan Mengenai Generasi Platinum

3. Penyuluhan Bekal untuk Keterbukaan antara Suami dan Istri Mengenai Riwayat Seks Masing-Masing

4. Penyuluhan Mengenai Nutrisi Persiapan Kehamilan

5. Test Darah untuk Mengetahui Riwayat Penyakit (saya skip ini, kalau mau tahu kenapa saya skip ini, saya akan ceritakan di judul lain)

Saya ceritakan secara umum saja ya, mengenai isi penyuluhan yang kami ikuti. Iya, kami. Penyuluhan ini bukan cuma untuk Caloh Mahmudce saja, tapi juga buat Pahmudce. Seorang calon suami harus dan wajib mengetahui bekal-bekal pengetahuan untuk kehidupan berumah tangga. Yah meskipun cuma diaplikasian 10% dari 100% oleh dia, hehehe.

Di penyuluhan itu, kami menandatagani semacam surat perjanjian, yang mana kami bersedia dengan sepenuh hati berusaha mencetak generasi platinum, baik melalui nutrisi, penjagaan aktivitas, dan upaya lainnya. Ibu Puskesmas-nya bilang pembentukan Generasi Platinum itu ada pasa Masa Usia Emas Anak atau bahasa kerennya Golden Age. Usia Emas ini dimulai dari usia 0 (nol) sampai 5 (lima) tahun. Usia nol di sini bukan terhitung dari lahirnya bayi di dunia loh, geeenkss... Ternyata usia nol itu dimulai dari pembentukan sel telur pertama kali!

Kapan sel telur yang akan dibuahi ini pertama kali dibentuk? Nah, ini saya ceritain dikit yaa... Kalau ada salah, mohon dibetulkan, dan bertanyalah pada yang lebih ahli.

Jadi, (tetep menurut Ibu Puskesmas), hari pertama haid itulah sel telur dibentuk, bukan setelah haid selesai, baru sel telur itu terbentuk. Hari pertama kita haid/mens/datang bulan itu sel telur baru kita mulai diproduksi, sedangkan proses haid (keluarnya darah) adalah pembuangan stock lama kita. That's why, ketika hamil dan kontrol pertama, yang ditanyakan dokter adalah HPHT kita.

Apa itu HPHT? HPHT adalah Hari Pertama Haid Terakhir. Berikut adalah contoh dari pengalaman saya, yaa...

  • Sebelum positive hamil, haid terakhir saya adalah di bulan Januari 2017, dimulai dari tanggal 25 Januari 2017 dan berakhir pada 1 Februari 2017. (Saya menikah 3 February 2017)
  • Jadi, HPHT saya adalah 25 Januari 2017. 
  • Sel telur yang menjadi janin dalam kandungan saya adalah sel telur yang dibentuk pada 25 Januari 2017.
Dari situ, Ibu Puskesmas bilang, saya harus sudah menjaga nutrisi saya. Entah dikasih segera atau masih disimpan dulu rejekinya sama Tuhan, yang penting kami sudah berusaha menutrisi si sel telur ini. Upaya yang kami lakukan yaitu:

  • Saya sudah mengurangi makan pedas walau belum tau hamil pada saat itu. 
  • Saya dan Pak Bojo menghindari melewati jalan jelek untuk menghindari getaran berlebih. 
  • Tidak makan junkfood. 
  • Minum susu penunjang progam kehamilan seperti Prenagen Esensis. 
  • Menghindari kegiatan berat (setelah hasi negative langsung cuek. Hahaha). 
  • Berdoa
Berdoa itu sih yang paling penting. Di agama kami, sebelum melakukan hubungan suami-istri kami harusnya berdoa. Ada bacaannya loh... Berhubung saya belum hafal, Bismillah aja pokoknya. Berdoa sama Tuhan, kalau saya disegerakan rejekinya. berikanlah anak yang Sholeh dan Sehat. Inget jugak, semua usaha kita kembalinya ke Tuhan.

Nah jadi kira-kira begitu Buibuk cerita saya soal Penjagaan Dini. Next-nya mau share lagi soal perkembangan lanjutan. See you...