Tampilkan postingan dengan label Persiapan Melahirkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persiapan Melahirkan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juni 2018

Pejuang ASI - Susunya Baby S - Persiapan ASI Selama Kehamilan

Siapa yang pengen banget ASI Eksklusif untuk anaknya nanti?
Siapa yang pengen ASI berfreezer-freezer seperti mama hits di instagram?
Siapa yang pengen pas lahiran nanti ASI langsung lancaaarr jaya?
Yang pengen kayak gitu, harus berjuang. Kan judulnya Pejuang ASI? Hehehe...

Nah selama hamil, perjuangan kita sudah dimulai ya... Banyak persiapan yang harus kita lakukan untuk project ASI kita ini. Ilmu pengetahuan soal manajemen ASIP, alat perang, cara memancing ASI, dan lain-lain. Untuk itu membekali diri dengan banyak membaca, sangat-sangat diperlukan. Apa aja sih yang bisa kita lakukan selama hamil? Here we goooo...

Trismester Pertama:


1. Yei Hamil! Alhamdulillah ... langsung putuskan ASI ga? Jika iya, yuk diskusikan dengan keluarga. Suami, ibu, ibu mertua, dan siapaaaapun nanti yang akan berinteraksi dengan si bayi. Terutama suami dan yang akan batu jagain bayi yaa... EDUKASI mereka dengan cinta. Ini saya selalu ulangi berkali-kali untuk selalu edukasi keluarga soal ASI. Makin banyak supporter, makin lancar perjuangan kita. Jangan lupa juga, cari dokter kandungan/ bidan yang Pro ASI dan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) yaa kalau bisa...

2. Cari referensi pejuang ASI yang cocok dengan style dan kondisimu. Ada beberapa mama-gram (Mama Hits Instagram) yang recommended soal share ASInya, seperti:
- Mom Eliz Instagram: @elizabeth.zenifer
yang terkenal dengan ALL WELL PREPAREDnya.
- Mba Citra Instagram: @olevelove
si pencetus hashtag #teteherculesgoldenweys
- Mama Adanu Instagram: @mrs.prahastyo
dan lain-lain.

Serius banyaaaak banget informasi gratis soal ASI. Cuma modal paket data dan RAJIN.Rajin scroll ke bawah di feeds instagram mereka untuk cari informasi. Kasian loh, udah share ilmu yang super bermanfaat secara gratis, tapi tetep aja ditanya-tanya pertanyaan yang sama. Ibarat ditanyain 'uda makan belom?' tiap menit.

Tips mencari referensi yang tepat soal ASI:

  • Cari yang feedsnya rapi dan sedap untuk dipandang.Seperti Mom Eliz, ada hashtag yang tersedia yang super lengkap. Tinggal pilih perlu informasi yang seperti apa di hashtagnya Mom Eliz, jadi memudahkan kita untuk mencari informasi yang diperlukan.
  • Males baca? Cari yang gaya bahasanya enak, simple, dan bikin kita merasa dekat, meski ga pernah ketemu sebelumnya. Untuk ini, saya prefer Mba Citra. 
  • Sesuaikan kondisi kita dengan kondisi sumber informasi. Untuk ini, saya kombinasikan antara beberapa sumber. Contohnya begini: Soal Manajemen ASIP, saya prefer Mba Citra. Kenapa? Mom Eliz bekerja, Mba Citra juga bekerja, tapi kondisi Mba Citra yang hampir mirip dengan saya. Pisah dari anak selama 10-12 jam, kerja kantoran, tua di jalan (jalanan rumah-kantor-rumah maceeet cyin...). Untuk MPASI, saya prefer Mom Eliz, resep detail, rapih, fotonya baguuuuss...

3. Bekali diri dengan istilah-istilah menyusui sebanyak mungkin, seperti:
  • Apa itu LDR ? buka di sini untuk tau apa itu LDR. 
  • Manajemen ASIP 
  • Apa itu latch on, dan bagaimana latch on yang benar.
  • Apa saja alat perang yang dibutuhkan
  • Istilah-istilah seperti clogged out, mastitis, dan cara mengatasinya.
Jika perlu, buat note atau catatan khusus untuk project ini. Supaya tidak lupa dengan tujuan awal dan tercatat dengan baik segala informasi yang dibutuhkan. Jadi jika one day perlu salah satu informasi, kita tidak perlu lagi mencari.


Trismester Kedua:


1. Suami sudah sepakat, keluarga sudah oke. Jangan lupa terus di-remind dan diedukASI. Suami dan keluarga juga wajib tau Manajemen ASIP, terutama untuk Anda para ibu pekerja. Diskusikan juga rencana-rencana Anda. ASI perah akan disimpan di mana, kulkas sharing dengan makanan lain, langkah apa yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan kulkas, media apa yang akan digunakan saat memberikan ASIP, dan segalanya yang Anda inginkan mengenai project ini.

2. Mulailah cari referensi mengenai alat perang utama. Apa itu? Yup, tentu saja breastpump atau pompa ASI. Cari sebanyak mungkin informasi mengenai ini. Baik review, harga, dan tempat untuk menyewa / membeli. Jangan lupa sekalian kasih kode keras ke suami soal harga. Saya sarankan ketika trismester kedua berakhir, Anda sudah memutuskan breastpump apa yang akan Anda gunakan, karena di trismester akhir Anda sudah harus konsentrasi untuk persiapan kelahiran.


3. Pahami kondisi tubuh Anda. Check kondisi puting. Apakah puting Anda siap untuk menyusui? Atau kondisi puting Anda flat bahkan inverted (tenggelam)? Cari solusi segera untuk jika puting Anda flat atau tenggelam, karena bayi bisa kesusahan menyusu karena kondisi ini. Saya akan share terpisah soal puting yang inverted.

Trismester Akhir:


1. Saatnya Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda soal persiapan kelahiran. Konsultasikan juga apakah Anda boleh mencoba breastpump? Jika boleh, segera cari persewaan pompa ASI untuk mencoba.Setau saya, stimulasi ASI juga bisa dijadikan sebagai induksi alami. Tentu saja, kosnsultasikan dengan ahli kesehatan Anda. Untuk itu, menentukan breastpump plihan saat trismester kedua sangat penting.

2. Edukasi lagi dan lagi diri Anda, suami, dan keluarga.

3. Siapkan mental. Apa yang harus Anda lakukan jika ASI tidak keluar setelah melahirka, siapa yang harus Anda hubungi dan apa yang akan Anda lakukan. Atau ASI keluar tapi sedikit sekali atau malah banjir-banjir sampai bengkak dan sakit.We never know what will happen in the future, but prepare better kan?

Jadi itu tadi yaa teori persiapan selama kehamilan untuk Pejuang ASI secara umum. Next, saya akan cerita persiapan versi saya. Saya akan cerita apa yang sudah saya lakukan, yang tidak saya lakukan dan akhirnya menyesal, dan apa yang harusnya saya lakukan.

See you !

Kamis, 21 Desember 2017

Cerita Kelahiranku - Lahiran Baby S - Part 1

- Kalo ditanya rasanya jatuh cinta sebelum bertemu, ini rasanya. Kuat sekali. Tak terbendung. Mau tau rasanya rela mati demi cinta? Hamillah dan Melahirkanlah!­  R. Ananta–

- Ya, Nak... tangisan pertamamu di dunia bersamaan dengan tangisan pertamaku sebagai seorang Ibu. R. Ananta –

- Saya bener-bener ga bisa nahan tangis waktu liat Baby S. Duniaku, Surgaku. R. Ananta -





Alhamdulillah, saya sudah resmi jadi seorang Ibu di tanggal 31 Oktober 2017 kemarin. Terlahir putri cantik kami di pagi hari, Baby S, melalui operasi caesar dengan sehat dibantu oleh dokter Brahmana Askandar dan team di RSIA Lombok Dua Dua Surabaya. Alhamdulillah... Yep.. jadinya saya di operasi alias dibelah-belah pemirsaaaah!! Hiks hiks... Karena caesar, otomatis biaya membengkak dong? To be honest, iya saya dan keluarga kelabakan, secara kami prepare untuk normal aja lahirannya. Trus kenapa kok jadinya caesar?

Jadi ceritanya, jadwal kontrol kehamilan yang sudah seminggu sekali seharusnya, ketunda karena dokter harus ke luar pulau. Jadilah tanggal 30 Oktober malem kami baru kontrol ke dokter. Saya, Pak Bojo, ditemenin dua adek ciwi-ciwi Pak Bojo berangkat ke dokter untuk kontrol.

Ga disangka juga kalo hasil kontrol itu bakalan bener-bener ngerubah hidup kami. Soalnya hasil kontrolnya ga bagus. Air ketuban udah berkurang! Dokter tanya, apa ga ada tanda-tanda? Mules kek, ato apa kek... Beberapa hari sebelum kontrol emang perut saya kram dari pagi, Pak Bojo udah saya suruh ready juga kalo sewaktu-waktu saya telpon. Tapi kramnya ga berlanjut, yaudah kami sante aja dong, since HPL masih November tanggal belasan.
Emang sih, saya dan Pak Bojo  sudah diberi surat rujukan ke rumah sakit untuk melahirkan dari awal Oktober dan udah siaga satu katanya, tapi ya itu karena masih jauh HPLnya, kami sante.Ternyata selama ini ketuban saya rembes. Susternya tanya dong: 'Ga kerasa ta Mba?'. Saya coba inget-inget lagi, hari itu lagi panaaaasss banget di Surabaya, celana basah, yaa saya pikir cuma keringet, soalnya badan dari atas ke bawah basah semua cyiinn... Keringetan. Kayaknya itu deh ketubannya.

Malem itu juga saya dirujuk ke RSIA Lombok Dua Dua untuk rekam jantung si bayik. Ga boleh ditunda!!
Setelah saya melalukan registrasi, saya diminta ke lantai dua untuk rekam jantung bayik. Proses rekam jantung sendiri 20 menitan. Saya diminta berbaring di tempat tidur, disamping kanan saya terset-up alat rekam jantungnya. Kemudian suster pasang alat untuk rekam jantung bayik-nya di perut saya yang diamankan dengan sabuk. Saya dipegangi semacam tombol untuk ditekan kalo bayinya moving.

20 menit rekam jantung, Done. Hasil berupa garis denyut jantung yang naik turun tercetak di sebuah kertas thermal. Suster langsung kirim hasil rekam jantung ke dokter kandungan, dan keputusannya saya harus di operasi caesar besoknya! Means 31 Oktober and it was scheduled for 3pm.

Kaget, panik, bingung, seneng, sedih, excited, semua jadi satu di kepala. Seneng, karena bakalan bentar lagi ketemu sama Si Bayik Kacang, kaget karena ga nyangka secepet itu, sedih and panik karena saya harus operasi! Hellooowww... Saya ini disuntik aja takut, pas vaksin TT buat mau nikah aja nangis dulu, apalagi dibelah coba!?!!

Pak Bojo langsung pucet mukanya loh... (antara pucet istrinya dibelah sama pucet mikir dompet, ga ada bedanya, haha...)

Malem itu juga saya MRS istilah susternya, Masuk Rumah Sakit Sekarang. Tau istilah itu pun karena saya sempet nawar bisa ga operasinya ditunda tanggal 1 November gitu... (biar ultahnya samaan sama temen kantor sama buyutnya jugak.. wkwkwkwk). Kata suster jugak nih, normalnya 160/detik, sedangkan Baby S sudah 200/detik. Uwooo.... Perasaan saya? Deg deg an parah! Tapi namanya saya yaa sempet nawar lagi buat makan bakso di depan rumah sakit. Laper buk! Wkwkwkwkwk...

At the end, saya ga boleh ke mana-mana. Hiks. Langsung masuk kamar inap dan baring aja miring ke kiri sampek besok paginya. Jam setengah 1 dini hari saat itu.

And the real story begin....

Malam itu saya call orang tua saya untuk temenin saya sebentar, selama Pak Bojo pulang ke rumah ambilin barang sesuai instruksi. Mereka temenin sampek sekitar jam 2an. Terus saya tidur berdua sama Pak Bojo di rumah sakit. Saya tegang parah! Cuma bisa sok keren bercandaan, padahal dalem hati doa ga henti-henti.

Besok paginya, 31 Oktober 2017, kami kebangun sama suara tangisan bayi-bayi dari pasien-pasien sebelah. Oya, saya di kamar Anggrek, kelas III, satu kamar 4 pasien dengan AC, satu kamar mandi sharing (shower aer panas, wastafel aer dingin). Saya critain dulu lahirannya yak... Soal biaya dan kawan-kawan saya critain lagi nantik.

Lanjut...

Pihak pantry kirimin saya sarapan. Tanya rasa? Weeeeell........ Rumah sakit. Kelas III. What do you expect for? Pak Bojo ninggal saya pulang buat istirahat sebentar. Semaleman dia tidur di lante kamar rumah sakit alas sajadah doang. Hihihi...

Jam menunjukkan pukul 8 pagi pas saya lagi enak-enaknya ngantuk paraaaah efek habis sarapan dan kurang tidur semalem. Saya uda siap-siap mau tidur nih, eh suster dateng. Nanyain saya sudah sarapan atau belum, trus saya jawab sudah dong, diajaklah saya untuk rekam jantung lagi. Berduaan aja nih sama si suster.

20 menit berlalu, hasil rekam jantung bayik dikirim ke dokter kandungan saya. And you know what was the result? Operasi dimajukan! Jam 9. Saya dikasih taunya jam berapa? Jam setengah 9!
What did I do then? Nawar lagi lah saya: saya kabarin keluarga sama suami saya dulu ya, Sus, tunggu mereka dateng. Suster jawab: dokter sudah perjalanan, Bu. Harus segera. Pokoknya jam 9 ya Bu.

Langsung telpon Pak Bojo biar langsung balik rumah sakit, sambil suster proses infus tangan kiri saya. Rasa takut jarum suntik langsung ilang seketika, demi Si Bayik Kacang. Dalam hati saya udah deg-deg an parah, operasi dimajuin langsung dan dadakan berarti emergency kan... Saya ganti baju operasi sambil telponin bunda dan whatsapp mama mertua saya. Udah, cuma tiga orang itu yang saya kabarin, saya ga mikir lain-lain deh, saya cuma doa, doa, dan doa.



Setelah itu, saya dibantu suster untuk cukur (u know what I mean!), cukur means literally 'dicukurin' sama susternya. Uda ruangan dingin, dicukurin orang, takut banget mau dibelah, jadi yaa badan menggigil sejadi-jadinya. Hahaha...

Jam 9 kurang, after proses cukuran yang memalukan itu saya diajak masuk ke ruang operasi. Keluarga belum ada yang dateng sama sekali. Saya sendiri yang tanda tangan tindakan-tindakan operasi untuk saya.

Di dalam ruang operasi, saya masih bawa handphone untuk menghubungi Pak Bojo. Ada satu dokter yang sudah ada di dalam (ga tau ya dokter siapa, soalnya pake masker :D), baru masuk saya langsung bilang 'tunggu suami saya, ya Dok'. Alhamdulillahnya team dokter yang lain belum ready. Alhamdulillah lagi, dokter ini kebapakan banget, saya dijelasin pelan-pelan soal proses bius. Thanks to this doctor, saya jadi ngerasa kayak ada yang nemenin.

Beberapa saat kemudian saya dapat info dokter kandungan saya sudah datang, wuhuuu tambah deg-deg an dong sayanya. Pak Bojo ternyata sudah ada di depan ruang operasi untuk minta ijin masuk ke ruang operasi, ada briefing singkat gitu untuk dia dari dokternya.  Saya terus contact dia untuk segera masuk ke ruang operasi, sampek pada akhirnya handphone saya diminta team dokter untuk disimpan.

Sampek akhirnya saya dibius dan proses operasi dimulai, Pak Bojo masih belum masuk ruangan. Pak Bojo masuk ke ruang operasi dengan kondisi saya sudah ditindak, jadi yaa dia liat perut saya kebelah gitu. Saat proses operasi dimulai saya nangis, saya cuma bisa berdoa saat itu: Ya Alloh, suntik saya berapa kalipun, belah saya sesukanya, yang penting selamatkan anakku. Saya ulang terus doa itu dalam hati. Kalo ditanya rasanya jatuh cinta sebelum bertemu, ini rasanya. Kuat sekali. Tak terbendung. Mau tau rasanya rela mati demi cinta? Hamillah dan Melahirkanlah!

Proses operasi sendiri tidak memakan waktu lama. Pukul 9.10 dokter kandungan saya masuk ruang operasi, pukul 9.50 tangisan Baby S pecah. Saya menangis sejadi-jadinya saat mendengar tangisan pertama Baby S. Lega sekali rasanya. Karena sebelum operasi saya sempat bertanya pada Suster, apa resiko terburuk dengan kelahiran seperti ini. Resiko terburuk adalah bayi tidak menangis. Jadi legaaaaa sekali rasanya mendengar tangisan pertamanya. Ya, Nak... tangisan pertamamu di dunia bersamaan dengan tangisan pertamaku sebagai seorang Ibu.




Baby S dibawa oleh suster untuk dibersihkan singkat, kemudian diberikan kembali ke saya dan suami untuk cium dan difoto. Vernix nya banyak boooo.... Vernix tuh lemak yang nempel di badan dia, yang putih-putih itu, kata orang saya kebanyakan makan enak sewaktu hamil. Hahaha. Saya bener-bener ga bisa nahan tangis waktu liat Baby S. Duniaku, Surgaku. Sampek pas difoto aja nih, dokter-susternya bilang ‘senyum’ hasilnya kepaksa banget senyumnya. Hahaha.


Saya langsung teler seketika setelah saya cium Baby S. Mungkin karena rasa yang sangat-sangat lega, saya langsung tertidur setelah menciumnya. Kalo ditanya gimana rasanya jadi seorang Ibu? Luar Biasah!!!! Selamat Hari Ibu untukku, kamu, dan semua Ibu di dunia ini.

Sabtu, 23 September 2017

Wisata Rumah Sakit - Biaya Persalinan / Biaya Melahirkan di Surabaya 2017

Assalamuallaikum ...

Saya sudah masuk minggu ke-34 kehamilan. Gak kerasa ya? Iya. BANGET. Waktu cepat berlalu. Rasanya kayak baru kemaren aja saya lulus kuliah terus disuruh nikah. Eeeh, sekarang sudah mau lahiran aja... Time flies sooooo FAST!

Untuk persiapan melahirkan, saya termasuk yang agak kelabakan sih mempersiapkan kelahiran anak pertama ini. Karena rejeki Alloh, saya juga harus nyicil KPR yang nominalnya gak sedikit menurut saya. Suami juga masih merintis usahanya yang belum setaun ini. But, Bismillah... everything is gonna be OK.

Selain mempersiapkan kebutuhan melahirkan baik untuk saya dan bayi (next saya akan share untuk keperluan belanja newborn ya...), saya juga mempersiapkan dana untuk melahirkan. Pastinya! Dan untuk hal ini, JANGAN TUNDA-TUNDA untuk menabung dan memikirkannya sejak dini. Kenapa? Karena biaya melahirkan tidak murah, pemirsah!!! Yaa, murah-mahal relative ya ...

Libur kemarin, saya langsung ajak Pak Bojo untuk wisata rumah sakit. Beberapa rumah sakit yang kerja sama dengan dokter kandungan saya, saya datangi. Saya share untuk yang normal aja ya, karena sementara saya tidak ada indikasi sectio partum. Yuk mari check it out laah...


RSIA Lombok Dua Dua (yang di jalan Flores)
  • Edelweiss (VVIP) 1 pasien, 1 bed penunggu, ada tambahan microwave dan kulkas dari fasilitas Tulip : 17.573.000-19.073.000
  • Tulip (VIP) 1 pasien, ada tambahan dispenser air dan sofa tamu dari fasilitas Alamanda : 14.633.000-16.133.000
  • Alamanda (Kelas I) - 1 pasien, ada tambahan kamar mandinya udah aer panas dari fasilitas Lily : 12.014.000-13.514.000
  • Lily (Kelas II) - 2 pasien, fasilitas sama kaya kelas III : 9.839.000-10.837.000
  • Anggrek (Kelas III) - 4 pasien, kamar mandi dalem, AC+ TV Kabel: 8.037.500-9.037.500

RS Pura Raharja (ini saya tanya aja, Dokter ndak kerja sama)
  • Kelas III - 4 pasien: 6.000.000-7.000.000
  • Kelas II - 3 pasien: 8.000.000-9.000.000
  • Kelas I - 2 pasien: 10.000.000-11.000.000
  • VIP - 1 pasien: 15.000.000
  • Kelas III Bidan: 4.500.000
  • Kelas II Bidan: 5.500.000
  • Kelas I Bidan: 6.500.000
  • VIP: 10.000.000

 Graha Amerta (ini yang Amazing .. haha)
  • VIP: 23.000.000
  • VVIP: 27.000.000
  • udah cuma ada dua kelas itu aja, VIP dan VVIP. Tapi di sini customer service nya baik banget, menjelaskannya dengan rinci dan sabar. Bahkan dikasih saran kalo mau rooming-in Ibu harus siap mental, disuruh siap botol ASI juga untuk tampung ASI, biar ga kebuang. Cowok padahal CS nya.

 RSIA Putri (saya tanya by phone, jadi kurang lengkap)
  • Kelas III - 5 pasien: 7.500.000
  • Kelas II - 3 pasien: 9.500.000
  • biaya sudah termasuk, SpOG, SpA, room 2 hari. Exclude: laboratorium, obat ibu, dan penanganan tambahan lain.


Biaya-biaya di atas biasanya sudah termasuk:
  • Kamar dua malam
  • Biaya dokter dan persalina standard (penanganan normal)
  • Obat Ibu
  • Biaya perawatan bayi standard

Tidak termasuk:
  • Penanganan melahirkan special (komplikasi tambahan)
  • Check Lab kalau bayi kuning.
  • Obat-obatan bayi


Untuk paket-paket tiap rumah sakit berbeda ya, tergantung rumah sakitnya. Semua juga biasanya pasti bilang ini hanya estimasi biaya, bergantung pada penanganan sewaktu melahirkan. Dari beberapa curhatan mommies yang saya baca di internet, tips agar biaya melahirkan tidak membengkak adalah:
  • Pastikan di awal untuk paket harga: DAPAT APA AJA, OBAT YANG TERMASUK APA AJA, FASILITAS YANG DIDAPAT APA AJA.
  • Kalau ditawari barang-barang seperti toiletteries  (shampoo, sabun, dll): PASTIKAN FREE ATAU BAYAR.
  • Better prepare than regret. Siapkan semua kebutuhan bayi dan Ibu SENDIRI. Toh pada akhirnya kalau dapat free dari rumah sakit, yang terlanjur diprepare bisa disimpan untuk stock.
  • Kerja sama yaa dengan pendamping (Suami, Ibu, Doula, dll), untuk make sure tiga poin di atas, karena katanya emak-emak habis melahirkan bakalan teler abis.

Dan begitulah wisata kami libur kemaren... (sambil ngelus dompet, kapan wisata beneran). Yang punya informasi biaya persalinan di Surabaya boleh lah komen di sindang. Oya, kalo saya wisata rumah sakit lagi, saya akan update. For now: See you!!!