Jumat, 21 Maret 2014

I (don't) LOVE INDONESIA

Pernah tau lagu ini?

"Kau acuhkan aku, kau diamkan aku, kau tinggalkan aku
lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia ..."

atau ini?

"Kau acuhkan aku dengan sikapmu
tak sadarkah kau telah menyakitiku
lelah hati ini memperhatikanmu..."

Yakin, pasti pernah.
Dan yakin, setelah Anda baca ini pasti akan mengerti kalau lagu itu salah.

Kata "acuh" yang akan saya bahas kali ini. Bersiaplah, untuk mengaku bahwa kita bukan warga negara Indonesia yang baik. (Saya juga, kok... Hiks..)

Di dalam dua lagu berbeda tersebut memiliki kata acuh yang bersifat "negatif". Kenapa negatif? Yaa, karena rasanya lagu itu mengungkapkan kesedihan, setelah "diacuhkan" seseorang. Diacuhkan, merasa disakiti (untuk lagu yang kedua). Iya nggak? Iya, pasti.

Tapi, sebenarnya apa sih arti kata acuh itu sendiri?

Kalau kita buka dan cari di Kamus Besar Bahasa Indonesia ini hasilnya :

ACUH = PEDULI
TAK ACUH = TAK PEDULI

Gak percaya? Silakan buka di website kbbi cari kata "acuh" dan temukan  hasilnya.

Ya. Orang Indonesia (termasuk saya) sering salah kaprah dalam penggunaan kata ini. Orang Indonesia (sekali lagi, termasuk saya) belum "mencintai sepenuhnya" Indonesia kita. Saya saja baru tau beberapa hari yang lalu dari dosen penerjemah di kampus soal ini. Jelas, saya malu dong... Biar malu saya gak bertambah, saya bagikan info ini ke semua pembaca. Bukan soal cari temen biar sama-sama malu. Tapi paling tidak, saya sudah berusaha mengingatkan teman sebangsa untuk "lebih mencintai" Indonesia kita.

Hal ini juga pernah dibahas di http://www.ayobukasaja.com/2013/11/definisi-kata-acuh-yang-salah-kaprah.html


Semoga bermanfaat.
Salam cinta untuk Indonesia. :)

RA

Senin, 17 Maret 2014

Arek Suroboyo harus tau ini...

MISUH.
Dari dulu, pengen banget bahas soal ini... Dan rasanya perlu untuk dibahas.

Bicara kotor atau "misuh" kata orang Jawa, atau "meso" kata Arek Suroboyo sepertinya sudah menjadi "kebiasaan" di masyarakat kita. Surabaya terkenal dengan kata "Jancok"nya yang digunakan hampir setiap orang di kota ini. Saya cukup sering menanyakan arti kata ini kepada teman-teman yang mengatakannya. Hasilnya? "Gak tau", jawab mereka. Yaaa anggap saja mereka seperti bayi yang baru belajar ngomong, diberi kata apapun langsung diikuti tanpa tau artinya. Mau disamain sama bayi??

Makin penasaran sama arti kata "Jancok" sebenarnya? Simak dulu cerita saya :

Saat SMP, saya bersekolah di salah satu SMP swasta di Surabaya, pilihan Ayah saya tercinta.Sedikit menyesal sekarang kenapa saya masuk di situ. Saya ulangi "sedikit menyesal", bukan "sangat menyesal". Kenapa? Dengan kemampuan saya, saya rasa saya bisa masuk di SMP yang lebih baik (bukan sombong, tapi ada sangkut paut nya sama topik kali ini).

Penyesalan saya ditambah dengan mayoritas siswa yang bertempat tinggal di daerah pemukiman "tidak baik" (maaf, saya tidak mau menyebut nama). Dari latar belakang lingkungan mereka, mereka sukaaaaaa sekali menyebut-nyebut jargon khas Surabaya ini. Saya beri contoh yaa.. Tapi jangan marah, hehe...

"He, kon ate nang ndi, c*k?" (he, kamu mau ke mana, c*k?)
"Pelajarane uangel, c*k!" (pelajarannya susah, c*k!)

Seperti itu. Percakapan sehari-hari saja bisa dengan gampang menggunakan kata ini. Hingga pada suatu hari, kami (para siswa saat itu, saya dan teman-teman seangkatan), kedatangan guru baru. Guru cantik yang mengajar Bahasa Indonesia. Biar lebih enak, saya sebut Ibu guru ini, Bu R, inisial nama beliau. (Sebelumnya, terima kasih Bu, pengetahuan yang Anda berikan, berguna sekali).

Bu R ini cukup fenomenal menurut saya dan teman-teman. Bagaimana tidak? Saat datang pertama dan memperkenalkan diri, beliau berkata: "Saya R, kalian bisa panggil saya R saja". Kriiik... kriik... kriik... kami terdiam. Gak pake "Bu"? Kemudian beliau melanjutkan, "atau kalau Anda sungkan, Anda bisa memanggil saya Bu R". Karena wajah kami masih penuh dengan pertanyaan beliau menjelaskan kepada kami apa maksudnya. Penjelasannya akan saya ceritakan di post selanjutnya :).

Tiba-tiba ada seorang teman menyebut jargon Surabaya dengan agak keras. Otomatis, Bu R mendengarnya. Tanggapan beliau? Bukannya marah seperti guru-guru lain. Dengan senyumnya yang khas beliau bertanya "Mas, tadi kamu bilang apa?". Dengan wajah takut, si mas yang dimaksud menjawab, "Maaf Bu, keceplosan." "Loh, tadi kamu bilang apa?", tanya Bu R lagi. Si mas terdiam beberapa detik, kemudian ... "Saya bilang 'jancok', Bu". Kali ini satu kelas yang terdiam.

"Kalian tau apa artinya?", tanya Bu R bertanya kepada kami semua, tetap dengan senyum khasnya. Serempak seisi kelas menjawab, "Gak tau, Bu". Singkatnya Bu R itu menjelaskan arti kata itu begini :

Teman sekelas saya ada yang dari Medan, dan punya kata tabu "cuki". Bu R menjelaskan bahwa cuki, jancok, ancukan, dan lainnya yang sejenis, berasal dari kata cukima, yang artinya sendiri adalah hubungan suami istri. Jadi, kata-kata tersebut sama dengan kata sex yang ada di buku biologi. Hanya saja mindset orang selama ini, itu semua kata tabu.

Yaa, tabu karena artinya yang seharusnya tidak diucapkan secara umum, tabu karena seharusnya tidak diucapkan semudah itu, tabu karena pengucapannya diumpatkan. Untuk soal "pengumpatan", kapan-kapan saya juga akan membahasnya.

Jadi sudah tau kan, sekarang? Masih suka berjargon ria dengan kata-kata ini, atau berhenti cukup sampai di sini? Cukuplah penjelasan saya soal ini, semoga bermanfaat, Kawan.

RA

Senin, 24 Februari 2014

THE POWER OF MIND SET (AJI MUMPUNG)

Akhir-akhir ini stress + pusing gara-gara jadwal kuliah sama jadwal kerja. Maklum, terlahir sebagai anak dari keluarga cukup (cukup untuk makan, cukup untuk sekolah sampai SMA, dan cukup-cukupan), buat saya, harus kuliah sambil kerja.

Tapi, Alhamdulillah... Orang tua habis dapet rejeki. Utang di bank untuk biaya kuliah yang awalnya saya tanggung untuk pembayarannya, sudah diselesaikan Ayah. :) Sekarang tinggal fokus kuliah, terus hasil kerja ditabung untuk ambil S1 nanti, insha alloh.

Capek memang, tapi mumpung masih uda, mumpung masih tinggal sama orang tua, mumpung ada kesempatan, dan mumpung masih bisa "mumpung", yaa harus giat berusaha.. Yaa toh ??

THE POWER OF "MUMPUNG".

Ya, banyak orang tua yang mengucapkan kata "mumpung Ayah masih bisa membiayai kamu.." atau "mumpung Papa ada rejeki, kamu bisa kuliah ke luar negri...". Itu untuk yang "mumpung"nya keren. Lah, terus gimana buat yang orang tuanya gak bisa ksih "mumpung" yang keren? Seperti saya?

Lagi-lagi, dan lagi, THE POWER OF MIND SET. Yaaa, kita kembalikan saja. Gimana caranya? Keluarkan dari diri kita, misalnya :


  • MUMPUNG MASIH MUDA, ayooo kerja keras. 
  • MUMPUNG MASIH TINGGAL SAMA ORANG TUA, ayoo nabung buat beli rumah.
Pada intinya, semua kembali pada cara kita "menyetting" otak kita. Tentu saja settingan itu harus sesuai dengan passion kita (dan biasanya sesuai). Orang yang malas, settingannya biasanya "ntar aja deh, ntar ntar an juga bisa", orang yang rajin "gak boleh ditunda, harus sekarang, biar ntar bisa nyante", orang bijak "pasti ada cara lain untuk menyelesaikannya".

Banyak yang sudah membuktikan dari kata THE POWER OF MIND SET ini. Sekarang waktunya kamu membuktikannya. Jangan lupa, ditambahi THE POWER OF AJI MUMPUNG. Tentu, aji mumpung yang positif.

Kalau Anda tanya, bagaimana kehidupan saya dengan dua kata ini?? Alhamdulillah, saat semua orang meragukan atas keputusan saya untuk kerja dan kuliah sekaligus, saya bisa membuktikannya. IPK saya di semester 1 di atas 3,5. Pekerjaan saya? Saat kenaikan gaji UMR kemarin (2013 ke 2014) saya dapat kenaikan gaji dengan grade B.

Sekedar info, di antara "grade B-grade B" yang lain, kenaikan gaji saya cukup lumayan. (Maaf, lumayan untuk saya, belum tentu lumayan juga untuk Anda). Hanya saja, dibandingkan teman-teman, sudah "Alhamdulillah yaa, sesuatu...".

Lalu Anda bertanya, kenapa saya hanya mendapat "ranking tengah" dengan dua kata pamungkas itu? Yaa, manusia memang gak ada yang sempurna. Selalu ada kekurangan, kekurangan saya, saya cepat merasa puas dengan prestasi yang saya dapatkan, saya cepat nyaman dalam "zona nyaman". Jadi, saran saya jika Anda sudah berhasil di "ranking tengah", terus bergerak sampai "ranking atas". Selamat ber-aji mumpung. :).

-NY.GR-

Sabtu, 22 Februari 2014

Keinginan Belajar Itu Perlu

Kemarin, pas saya buka blog di tempat kerja. Ada anak magang dari SMKN di surabaya juga ikut ngeliat.

Me  : Lucu yaa ? Pink-pink gitu.. aku suka pink soalnya.
She : Iya lucu, mbak.
Me : Hehe..
She : Mbak, carane yak opo ben isok ngunu? (caranya gimana kok bisa gitu?)
Me : Hah, apane ? (apanya?)
She : Itu templatenya mbak ...
Me : Owalaah... cari aja di google. hehehe..


Nah, buat yang masih awam dalam dunia nge blog apalagi soal template, sama seperti saya, cobalah untuk mencari info sebanyak mungkin di google. Sudah banyak kok, infonya soal template, lengkap dengan pilihan, dan caranya. Jaman sekarang semua tinggal "klik", ketemu deh apa yang dicari ... (Tapi kalo cari cinta gak tau lagi, yaa? hehe..)

Intinya adalah mau untuk mencari, mau untuk belajar, dan mau untuk mencoba. Saya percaya (dan saya cukup memegang teguh) peribahasa "nothing is impossible". Yaa! Gak ada yang gak mungkin. Tidak ada kata "tidak bisa", yang ada hanyalah "mau" atau "tidak mau". Itu juga sudah ditekankan oleh Bunda ke saya sejak kecil.

Hidup memang pilihan, tinggal pilih, "mau" atau "tidak". Bukan ditekankan pada "bisa" atau "tidak bisa". "Bisa atau tidaknya" bergantung pada "mau atau tidaknya". Mau belajar untuk bisa atau tidak mau belajar karena memang tidak mau bisa.

Have a nice Sunday, every one !!!

NB : buat anak magang yang saya maksud, terima kasih. :)

Jumat, 21 Februari 2014

Template oh template

Lihat-lihat blog mbak mbak crafter di cyber bikin ngiler..
Tmplatenya keren keren... cantik-cantik nan menawan. Ahhahay..

Coba cari cari di google selama dua hari, download template gratis yg keren gimana dan di mana ... akhirnya nemu juga.. 

And,
Wallaaa!
It's my new looks.. Not bas, isn't it ????

Mwah.

Kamis, 20 Februari 2014

Assalamuallaikum ...
Bismillah ,,,

finally, setelah sekian lama.. akhirnya mutusin juga bikin blog buat share isi hati, ungkapan hati, unek unek hati, dan hati hati yang lain.. <alaah...>

agak terlambat sih emang.. baru di taun 2014 buat blog .. hadeeehh .. -..-"
tapi gapapa kan ? lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
hahaha... maksa dikit.

So...
Let's see, what kind of amazing thing that I'll post in this blog... ayeee