Senin, 28 Agustus 2017

USG 4D: Mahal Loh... Dapet Apa Aja?

Assalamuallaikum...
Kayak janji di postingan sebelumnya yaa ... Saya akan share hasil USG 4D di postingan terpisah. Biar lebih jelas gitu ... Saya dapat satu buku besar dengan beberapa isi, yaitu:

1. Hasil foto USG dan video nya gak saya share yaa ... Di google banyak kok hasil foto USG 4D, di youtube juga banyak videonya. Jadi bisa search yaa.. Hehe.

2. Ini lembar kesimpulan hasil. Di situ tertera hasil-hasil pemeriksaan selama USG 4D. Ada dua foto yaa buat lembar kesimpulan hasil ini. Halaman pertama dan halaman kedua:
  • Halaman pertama: ada data pasien / data Ibu hamilnya (nama, alamat, HPHT, dan HPL nya); informasi umum soal janin; dan beberapa hasil kelengkapan organ.
  • Halaman kedua: lanjutan dari hasil kelengkapan organ dan kesimpulan dari seluruh pemeriksaan. Di situ tertulis dengan bahasa medis yang bisa dikonsultasikan dengan Obgyns masing-masing.




3. Setelah lembar hasil pemeriksaan, ada beberapa foto hasil USG 4D yang keliatan banget wajahnya (ini tergantung pada posisi bayi sewaktu di USG yaa... Alhamdulillah-nya pas saya USG, si bayik lagi gak malu-malu. Narsis malah. Hahaha ... ).

4. Kemudian ada beberapa hasil print out foto USG 2D yang menampilkan organ-organ yang diperiksa, yang saya sebut dipostingan sebelumnya dengan sebutan 'penitikan'.  Jadi ada banyak gitu fotonya, saya tunjukin dua ini yaa...




5. Diagram berat badan bayi, panjang, dan ukuran-ukuran lainnya. Di foto menunjukkan 4 diagram dan masing-masing ada titik. Titik itu menunjukkan Kurang, Cukup, atau Kelebihan. Alhamdulillah, si Bayik cukup. 'Pas di tengah' kata dokter.



6. Terakhir dapet kaset CD, yang isinya file foto USG 4D, jadi bisa dicetak gitu... dan beberapa file video hasil USG 4D, kayak nonton movie gitu...


Soooo, itu lah hasil yang didapet dari USG 4D saya kemaren. Semoga membantu dan cukup informatif. See you!

Minggu, 27 Agustus 2017

USG 4D : Apa, Manfaat, Bagaimana, dan Perlu Gak, SIh?

Assalamuallaikum, BuIbuk Cantiiik!
Semoga selalu sehat dan bahagia. Amin.

Usia kandungan saya sudah mau masuk tujuh bulan aja nih...Dan dari awal kehamilan, saya sudah 'meniatkan diri' untuk USG 4D atau USG 4 Dimensi. Kenapa? Karena USG 4D lebih jelas hasilnya dibandingkan USG 2D yang hitam-putih itu, jadi bisa lebih jelas gitu penampakan si baby dan lain lainnya. Bohong, ding... Hahaha.. Ya karena anak pertama gitu, pengen semua dicobain. Trus kan lagi nge-hits banget ya kan nge-USG 4D-in (alah bahasanyaa -..- )?

Sejak trismester pertama sudah tanya ke sana kemari soal USG 4D. Tanya ke temen-temen kantor, tanya ke Bunda, sampek browsing juga di internet. Ada yang bilang perlu, ada yang bilang gak perlu. Ada yang bilang cuma boleh satu kali, ada yang bilang tiap USG dia dapet 4D. Ada yang bilang muraaaaah banget harganya, ada yang bilang mahal. Kesimpulannya? Ya, tetep. SAYA MAU USG 4D (degan catatan, sesuai rujukan dokter kandungan saya). Ini sedikit banyak pengalaman saya soal USG 4D yaa ...


Pertama, apa sih USG 4D itu? Apa bedanya sama USG 2D, dan 3D?
  • USG 2D itu yang hitam-putih itu loh BuIbuk, yang kayak hasil foto USG yang pernah saya share di post sebelumnya. Gambar yang muncul hanya terlihat dari satu sisi saja. Dua - Dimensi itu seperti kalau kita menggambar 'kotak' pada kertas, flat.
  • USG 3D sudah memunculkan gambar dengan 3 sisi, gambar menjadi bervolume. Hasil gambar yang dihasilkan seperti foto. Wajah baby, bentuk tangan dan kaki sudah terlihat di USG 3D ini. Kurang nge-trend memang si USG 3D ini, karena langsung disusul oleh penemuan USG 4D yang lebih hits. 
  • Nah, kalo si USG 4D ini, hasilnya seperti video. Jadi ada tambahan 'dimensi waktu' pada USG ini. Kita bisa tau dia lagi ngapain, expresi wajahnya, gerakannya, dan lain-lain. Pas saya USG 4D, babynya lagi menguap, ya kelihatan gitu di layar, dia lagi menguap trus sempet manyun-manyunin bibir. Hahaha... gemeesss...

Manfaatnya apa dong dari USG 4D ini?  Toh orang jaman dulu USG 2D aja udah cukup. Gak pake USG malahan ... ya sehat-sehat aja bayinya?
  • Yup, bener. Sebenarnya, dengan USG 2D sudah mencukupi untuk pemeriksaan janin / bayi kita jika dilakukan dengan ahlinya (Dokter/bidan).  Jaman dulu jugak ga ada USG kan? Tapi hasil gambar yang dihasilkan kurang maximal, maka muncullah USG 3D dan 4D. 
  • Yang paling utama dari keuntungan melakukan USG 4D adalah, BENTUK JANIN TERLIHAT LEBIH JELAS, sehingga dokter bisa melakukan pemeriksaan dan analisa dengan lebih cepat dan tepat.
  • Gak hanya bentuk janinnya aja nih, tapi Dokter juga bisa mengetahui jantung dan struktur janin dengan lebih jelas. Di USG 2D, jantung dan struktur tulang sudah terlihat, namun tidak sejelas di USG 4D. Di USG 4D, aktivitas jantung dapat dianalisa lebih jelas seperti fungsi katup jantung, saluran pembuluh darah, ruang pembuluh darah, jika ada kelainan akan terdeteksi lebih dini.
  • Selain kelengkapan tubuh seperti hidung, tangan, kaki, dan lain-lain. Organ dalam lain selain jantung dan tulang juga dapat dilihat dan dianalisa lebih jelas, seperti voulume otak, paru-paru, ginjal, dan hati. 
  • Letak plasenta, ukuran plasenta, dan kecukupan air ketuban juga dapat dilihat di USG 4D ini. Karena ketiga hal ini sangat-sangat mempengaruhi proses persalinan nantinya.
  • Deteksi dini untuk kelainan seperti (maaf) down syndrome dan cacat fisik juga menjadi salah satu manfaat USG 4D ini. Dokter bisa menyarankan langkah selanjutnya kepada ibu hamil.
  • Terakhir, yang paling umum ditanya adalah GENDER. Cowok apa cewek nih? Nah, di USG 4D, kemungkinan untuk salah detect gender lebih minim.


Itu tadi sebagian manfaat yang bisa saya ceritakan secara singkat menurut bacaan di internet dan pengalaman saya sewaktu di USG 4D. Trus prosesnya gimana? Ini saya share menurut pengalaman saya ya... Memasuki usia 3 bulan kandungan saya mulai grab informasi sebanyak mungkin soal USG 4D, seperti yang saya bilang di atas, termasuk soal biaya. Saking seringnya saya tanya sini-situ dan baca di internet (yaa blog, yaa artikel, yaa forum mamak-mamak hamil) membuat saya sedikit bingung. Berikut beberapa perbedaan informasi yang saya dapat:
  1. Usia kandungan ideal untuk USG 4D: hasil browsing mengatakan usia kandungan ideal adalah 6-7 bulan, which is between 24-32 weeks lah ... Kenapa? Karena di antara usia itu, wajah dan bentuk si baby sudah terbentuk, tapi belum masuk ke panggul bayinya, jadi keliatan jelas. Hasil tanya sama temen, dia tiap kontrol ke dokternya, USG selalu 2D dan 4D. Nah loh... 
  2. Perlu berapa kali USG 4D: hasil browsing mengatakan tergantung dari indikasi dokternya, perlu atau engga. Hasil tanya temen, yang lagi hamil bilang kayak di nomor 1, tiap kontrol selalu USG 4D. Temen yang sudah punya anak 3 bilang, ga boleh sering-sering karena radiasi dari si alat USG ga bagus buat bayik. Obgyn saya bilang: cukup 1X selama kehamilan, jika diperlukan.
  3. USG 4D dimana: hasil browsing, saya di Surabaya yaa BuIbuk, USG 4D bisa di Rs. RKZ, Rs. Putri, Lombok Dua-Dua, dan beberapa dokter obgyn di tempat prakteknya. Hasil tanya temen, yang dia di USG 4D tiap kontrol, yaa di dokter kontrolnya. 
  4. BIAYA USG 4D: hasil browsing, yaa tau ndiri lah yaa ... browsing-an dari jaman balula juga masih muncul di google. Jadi better tanya langsung ke instansi terkait. Hasil tanya temen, Rp 130.000, tanya assistent nya dokter obgyn, Rp 700.000!!! Jauh banget kan bedanya? Ini ntar saya share kenapa begitu.
 
Banyaknya perbedaan informasi yang saya dapat, pada akhirnya Dokter Obgyn juga yang saya turuti. Sebenernya sih lebih nurut ke Bunda saya yaa... Beliau bilang 'Udah, nurut aja kata dokter...' Jadi ini langkah yang saya ambil sekaligus cerita singkat proses USG 4D nya.
  1. Tanya ke Dokter Obgyn, kapan bisa USG 4D. Saya diberi surat rujukan oleh beliau ke RS. Putri Surabaya untuk USG 4D di sana. Surat rujukannya benernya untuk Juli 2017, dengan usia kandungan antara 5-6 bulan. Saya jadinya USG 4D di pertengahan Agustus 2017, dengan usia kandungan antara 6-7 bulan (sesuai informasi internet hahaha).
  2. Buat appointment: Surat rujukan di RS. Putri di rujuk ke dr. aditiawarman sebagai dokter ahli yang assist saya untuk USG 4D. Saya telpon ke RS. Putri untuk buat appointment, karena ternyata (yang saya tau dari telpon juga), untuk USG 4D dibatasi macimal 4 pasien / harinya. Saya maunya Senin tanggal 21 Agustus, dapetnya Selasa tanggal 22 Agustus jam 4 sore. Dan karena di RS. Putri, jadi biayanya Rp 700.000. (nyengir sambil ngelus dompet). 
  3. Data Pribadi: Appointment confirmed with Mbak Wulan as operatornya. Beberapa detail data pribadi ditanyain by phone, nama lengkap, nama suami, alamat rumah, usia kandungan, nama dokter obgyn, dan nomer handphone saya plus suami.
  4. Hari H USG 4D (starting):  dateng ke Rumah Sakitnya, trus ke bagian receptionist. Registrasi ulang dan sekalian ngasih surat rujukan. Saya dianter suami dan adik ipar, dua-duanya boleh masuk ke ruangan USG 4D nemenin saya. Nunggu 15-20 menit sampek dipanggil masuk ke ruangan. Ketemu sama dokter USG nya, trus langsung rebahan di tempat tidur, dibantu assistent nya untuk isi data USG seperti nama, usia kandungan, nama dokter obgyn dan HPHT sekaligus dibantu prepare gel USG nya diperut.
  5. Hari H USG 4D (process): USG dimulai. Deg-degan? Iya! Penasaran kan yaa sama wajah si bayi. Bakalan mirip siapa, trus kelengkapan (Alhamdulillah, sehat, normal, lengkap!), dan gendernya.
  •  USG dimulai dengan ambil foto si bayi beberapa kali, jadi seperti foto-shoot gitu. Duh gemesin puol ... Mirip banget sama Bapaknya!
  • Dokter tanya, mau tau gendernya ndak? Dan dikasih tau gendernya, diliatin gitu anu-nya. Hahaha.
  • Trus dokter mulai deh ke proses 'pemeriksaan dan analisa', ini saya agak ga paham juga. Tapi yang saya lihat dokter menandai titik-titik tertentu. Jadi misal di bagian kepala, dokter menandai beberapa titik, dan banyak. Trus di bagian tangan, dokter juga menandai beberapa bagian begitu. Di sini dokter nunjukin yaa, ini jari-jarinya lengkap, ini kakinya, gitu ... Di bagian jantung juga dokter take sampek 4 kali, kalo di USG 2D kan cuma sekali trus denger detak jantung gitu ajah yaa .. (mungkin, mungkin nih ... itu take 4 kali untuk bilik kanan, bilik kiri, serambi kanan, serambi kiri gitu). 
  • Proses 'penitikan' dan USG ini 40menit-1 jam yaa waktunya. Saya kurang lebih 30-35 menit, cepet kok... Karena dokter sudah ahli dan semua normal. Alhamdulillah... 
  • Selesai proses, saya bayar ke cashier. Trus tunggu hasilnya. Saya dapat satu buku besar, dengan lembar pertama adalah hasil kesimpulan USG (next saya fotoin dan saya share di post terpisah), foto USG 4D yang ala-ala foto shoot itu, hasil USG yang dititik-titik itu, sama satu CD video.

Yak itu lah USG 4D saya dan bayik. Jadi perlu gak sih USG 4D? Buat saya, PERLU. Bukan soal hasil foto dan video, tapi dari hasil pemeriksaan yang lengkap itu. Berapa kali? Sekali ajah... hasilnya sudah bagus banget. Trus kenapa ada yang murah dan ada yang mahal? Iya, siiiss... After saya post foto-foto hasil USG 4D yak, baru saya crtain kenapa begitu. See youuu!!

Supporting sources:
http://www.alodokter.com/komunitas/topic/usg-4d-2
http://hamil.co.id/kehamilan/manfaat-usg-4-dimensi
https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/usg-3d-dan-4d-apa-bedanya/

Minggu, 09 Juli 2017

Trismester Pertama Kehamilan: Dia adalah Buah Cinta Kami

Assalamuallakum Ladies!

Apa kabar?
Sudah nikah? Sudah hamil? Sudah dapat jodoh? Oops, maaf yang masih jomblo tapi nyasar artikel ini. Semoga semua disegerakan... Amin.

Ngomongin soal trismester pertama kehamilanku, kesimpulan yang muncul cuma satu kata: LEMESSSSS!!! Yup, saya mual dan muntah terus pas trismester pertama. Awalnya saya kira kehamilan saya akan jauh dari yang namanya muntah-muntah tapi ternyata tidak. Waktu kontrol pertama kehamilan, dokter tanya 'mual nggak?', dengan pedenya saya jawab 'Ngga, Dok'. Saya fokus aja sama kram perut di awal kehamilan dan banyak-banyakin istirahat. Temen kantor saya juga sempet saya cibirin, 'Anakku pinter, ga rewel loh...'. Tapi ternyataaaaaaa, cranky juga ni bocah.



Menjelang dua minggu sebelum kontrol berikutnya, beeeehhhh saya mual dan muntah tiap hari. Pernah dalam sehari saya muntah sampai lima kali, dan kata orang-orang bilangnya 'Masih mending, aku dulu lebih parah'. Ga kebayang deh gimana yang lebih parah. Ckckckck...

Banyak yang tanya sama saya sensitifnya sama apa? Karena ada beberapa ibu hamil yang sensitifnya cuma dengan bau atau benda tertentu. Kalau saya sih, sama makanan yaa... Terutama bau ikan goreng! Aneh loh, padahal sebelum hamil saya suka makan ikan goreng. Terus saya yang doyan banget, nget, nget, sama susu jadi muntah kalau habis minum susu. Aneh kan? Iya, aneh. Banyak hal luar biasa pokoknya yang terjadi selama kehamilan saya sampai usia kandungan (UK) lima bulan ini.

Soal ikan goreng sama susu ini saya ada cerita sendiri, nih... Bapaknya si bayik alias Pak Bojo itu gak seberapa suka sama ikan dan ga suka banget sama susu. Yaa dia mau minum susu tapi bener-bener bisa dihitung sama jari. Itupun biasanya karena dia butuh. Bener-bener deh saya heran, saya bau ikan goreng aja sudah marah-marah tutup hidung. Susu segala susu sudah dicoba dan tetep rejected at the end. Bapaknya confident banget kalau anak ini bakalan lebih deket sama dia. Dia bilang, ‘Kayak aku tuh... mirip aku tuh...’

Pernah beberapa kali saya tiba-tiba pengen makan sesuatu (kata orang sih ‘ngidam’), saya ga bilang sama Pak Bojo, eh tanpa dikomunikasikan dengan sengaja, Pak Bojo beli makanan-makanan itu buat saya loh... Seperti waktu saya lagi di kantor, saya tiba-tiba pengen makan serabi yang pakai kuah santan. Saya ga bilang sama Pak Bojo karena saya ga mau dibilang ngidam aneh-aneh. Eh, ternyata pas pulang kerja dia jemput saya, dia bawa serabi, persis seperti yang saya pengen.

Beberapa artikel atau video di youtube yang pernah saya baca atau tonton soal kehamilan bilang: Janin dalam perut Ibu sudah bisa diajak untuk berkomunikasi sejak usia dini kandungan. Begitu saya tau saya hamil, saya selalu berusaha ajak si janin dalam perut untuk ngobrol, terutama yang berkaitan dengan dia.

Tau penyanyi Andien, kan? Satu yang saya ingat dari preggo story dia adalah minta ijin sama si jabang bayi kalau kita mau melakukan sesuatu. Kalau saya mau kerja, saya bilang ‘Dek, mommy kerja, ikut mommy ya...’; kalau saya lagi pengen sesuatu untuk dimakan ‘Dek, mommy kok lagi pengen ini yaa... Kamu pengen?’; saya mau luar kota ‘Dek, kita mau luar kota nih... Sehat-sehat ya, sayang’; saat saya lagi sangat sensitif dan jadi cengeng pun bilang ‘Sorry... Mommy lagi sensi, but you don’t need to worry, everything will be OK, just be strong, Baby’; dan lain sebagainya.


Kejadian-kejadian tidak sengaja yang sering terjadi di antara kami bertiga: saya, suami saya, dan janin, membuat  saya percaya bahwa betul-betul luar biasa sebuah peristiwa kehamilan. Beberapa kesimpulan saya ambil dari kejadian-kejadian luar biasa kami, yaitu:
  • Saya percaya bahwa kehamilan saya ini buah cinta kami berdua dengan doa.
  • Dia yang menjadi satu dari kami adalah hasil pencampuran kami membawa DNA-DNA kami.
  • Karakter yang berbeda di antara saya dan Pak Bojo menjadi satu dalam dirinya, sehingga kejadian seperti ikan goreng dan susu bisa saja terjadi.

Saya sering bilang ‘Anak daddy banget nih...’, tapi selain itu saya percaya bahwa dia sangat terikat dengan kami berdua, bukan hanya saya yang mengandungnya.


Banyak kejadian luar biasa lainnya yang belum bisa saya ceritakan, mungkin lain waktu. Tapi percayalah, bahwa kehamilan adalah suatu peristiwa luar biasa dalam kehidupan manusia. Bahagialah, Moms!


Oya, next mungkin saya akan cerita lebih banyak ya soal mual dan muntahnya saya, buat share pengalaman aja sih... See you!


Jumat, 28 April 2017

Penjagaan Dini Kehamilan dan HPHT



Assalamuallaikum !!!
Sebenernya agak malu-maluin juga ngepost soal ini, tapi semoga tulisan mengenai Penjagaan Dini Kehamilan ini bisa menjadi informasi tambahan untuk Ibuk-Ibuk.
Calon Mahmudce (Mamah Muda Kece), sebelum saya menikah, saya mendapatkan penyuluhan dari Puskesmas Pusat Kota. Saya tinggal di Surabaya, hasil sharing dengan teman-teman yang juga baru menikah, tidak semua kota ada layanan ini yaa... Jadi, silakan bertanya kepada pelayanan pemerintahan di masing-masing kota.

Penyuluhan tersebut berisi:

1. Penyuluhan Keluarga Berencana (pastinya)

2. Penyuluhan Mengenai Generasi Platinum

3. Penyuluhan Bekal untuk Keterbukaan antara Suami dan Istri Mengenai Riwayat Seks Masing-Masing

4. Penyuluhan Mengenai Nutrisi Persiapan Kehamilan

5. Test Darah untuk Mengetahui Riwayat Penyakit (saya skip ini, kalau mau tahu kenapa saya skip ini, saya akan ceritakan di judul lain)

Saya ceritakan secara umum saja ya, mengenai isi penyuluhan yang kami ikuti. Iya, kami. Penyuluhan ini bukan cuma untuk Caloh Mahmudce saja, tapi juga buat Pahmudce. Seorang calon suami harus dan wajib mengetahui bekal-bekal pengetahuan untuk kehidupan berumah tangga. Yah meskipun cuma diaplikasian 10% dari 100% oleh dia, hehehe.

Di penyuluhan itu, kami menandatagani semacam surat perjanjian, yang mana kami bersedia dengan sepenuh hati berusaha mencetak generasi platinum, baik melalui nutrisi, penjagaan aktivitas, dan upaya lainnya. Ibu Puskesmas-nya bilang pembentukan Generasi Platinum itu ada pasa Masa Usia Emas Anak atau bahasa kerennya Golden Age. Usia Emas ini dimulai dari usia 0 (nol) sampai 5 (lima) tahun. Usia nol di sini bukan terhitung dari lahirnya bayi di dunia loh, geeenkss... Ternyata usia nol itu dimulai dari pembentukan sel telur pertama kali!

Kapan sel telur yang akan dibuahi ini pertama kali dibentuk? Nah, ini saya ceritain dikit yaa... Kalau ada salah, mohon dibetulkan, dan bertanyalah pada yang lebih ahli.

Jadi, (tetep menurut Ibu Puskesmas), hari pertama haid itulah sel telur dibentuk, bukan setelah haid selesai, baru sel telur itu terbentuk. Hari pertama kita haid/mens/datang bulan itu sel telur baru kita mulai diproduksi, sedangkan proses haid (keluarnya darah) adalah pembuangan stock lama kita. That's why, ketika hamil dan kontrol pertama, yang ditanyakan dokter adalah HPHT kita.

Apa itu HPHT? HPHT adalah Hari Pertama Haid Terakhir. Berikut adalah contoh dari pengalaman saya, yaa...

  • Sebelum positive hamil, haid terakhir saya adalah di bulan Januari 2017, dimulai dari tanggal 25 Januari 2017 dan berakhir pada 1 Februari 2017. (Saya menikah 3 February 2017)
  • Jadi, HPHT saya adalah 25 Januari 2017. 
  • Sel telur yang menjadi janin dalam kandungan saya adalah sel telur yang dibentuk pada 25 Januari 2017.
Dari situ, Ibu Puskesmas bilang, saya harus sudah menjaga nutrisi saya. Entah dikasih segera atau masih disimpan dulu rejekinya sama Tuhan, yang penting kami sudah berusaha menutrisi si sel telur ini. Upaya yang kami lakukan yaitu:

  • Saya sudah mengurangi makan pedas walau belum tau hamil pada saat itu. 
  • Saya dan Pak Bojo menghindari melewati jalan jelek untuk menghindari getaran berlebih. 
  • Tidak makan junkfood. 
  • Minum susu penunjang progam kehamilan seperti Prenagen Esensis. 
  • Menghindari kegiatan berat (setelah hasi negative langsung cuek. Hahaha). 
  • Berdoa
Berdoa itu sih yang paling penting. Di agama kami, sebelum melakukan hubungan suami-istri kami harusnya berdoa. Ada bacaannya loh... Berhubung saya belum hafal, Bismillah aja pokoknya. Berdoa sama Tuhan, kalau saya disegerakan rejekinya. berikanlah anak yang Sholeh dan Sehat. Inget jugak, semua usaha kita kembalinya ke Tuhan.

Nah jadi kira-kira begitu Buibuk cerita saya soal Penjagaan Dini. Next-nya mau share lagi soal perkembangan lanjutan. See you...


Minggu, 16 April 2017

Garis Dua dan Tanda-Tandanya




Assalamuallaikum ....

Alhamdulillah, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, sodara-sodara sekalian, dengan bangga saya mengumumkan, saya sudah resmi jadi Mom to Be, yeeiii...!!! *tepuk tangan-tepuk tangan*.

Tanggal 7 April 2017 kemarin adalah jadwal kontrol kedua saya dengan Dokter Kandungan saya. Dokter bilang, perkiraan usia kandungan saya sudah delapan atau sembilan minggu. Saya menikah tanggal 3 Februari 2017, artinya Pak Bojo tokceeerrr pemirsah! Hahaha... Jangan tanya yaa tokcernya gimana. Hihihi... Dengan usia kandungan masih muda, saya mau sharing sedikit pengalaman saya dengan kehamilan pertama saya ini.

Saya dan Pak Bojo kan menikah tanggal 3 Februari 2017, nah ditanggal 1 Februari 2017 saya baru saja selesai haid. Orang-orang bilang kalau itu 'pas'. Maksudnya, pas dengan masa subur saya. Saya bukan seorang wanita yang rajin mencatat siklus haid saya, karena saya anggap siklus haid saya masih normal, meski sering telat. Saya saja baru mendownload sebuah aplikasi untuk menghitung siklus haid saya setelah menikah. Biar tau gitu, telat-nya berapa hari. Hehehe...

23 February 2017:
Kakek (kami panggil beliau Nenek Aji) dari Pak Bojo lagi sakit, ga mau makan. Kami main-main ke sana, ngobrol, dan minta didoain supaya segera dapet cicit Nenek Ajinya. Beliau bisa disebut sebagai Ahli Agama di tempat kami, orang-orang memanggilnya 'Abah'. Beliau sering ceramah di masjid, musholla, atau kegiatan lain. Dan doa beliau hari itu untuk kami adalah hari terakhir kami mengobrol dengan beliau.

25 February 2017:
Di hari pertama aplikasi saya memberitahukan bahwa saya telat haid, saya melakukan test kehamilan dengan testpack yang saya beli sembunyi-sembunyi dari Pak Bojo, biar surprise maksudnya. Surprise sih, tapi hasilnya garis satu alias negative. Saya buang deh itu testpack-nya sambil agak sedih. Sempet tersirat rasa khawatir dengan kandungan saya, karena riwayat Bunda saya yang susah hamil dan Ibu dari ayah saya kalau hamil selalu bedrest. Kemudian, sesuai kesepakatan dengan Pak Bojo kalau hasil negative saya mau ikut catering diet, akhirnya saya program diet selama seminggu.

26 February 2017:
Nenek Aji meninggal dunia (Halloo, Nek... We miss you). Diiringi kesedihan, saya mbathin (bicara dalam hati), "Kalau Nenek Aji gak ada, terus saya hamil dan anak saya laki-laki, saya kasih nama Buyutnya".

27 February 2017:
Saya start catering diet mayo (yang saya ga akan ulangi lagi di catering yang sama, uda ga enak, pelayanan ga asyik lagi. Huft!)
Kepergian Nenek Aji, membuat saya dan keluarga sedikit repot untuk pengajian selama seminggu. Saya ikut angkat-angkat sembako untuk bawa'an tamu pengajian. Pikir saya waktu itu karena kan belum hamil, jadi saya cuek saja dengan beban berat atau kegiatan lain. Di kantor, saya juga angkat kardus berat dari lantai 6 ke rooftop. Sempet saya makan durian dan pepaya muda juga. (Ternyata saya sudah hamil waktu itu, Alhamdulillah, si baby tetep kuat).

Di sela-sela kegiatan saya, saya mengalami kram perut. Kram perut yang terjadi pada saya tidak berlangsung lama, seperti muncul-hilang-muncul. Kram perut seperti ini saya alami setiap mau mendapatkan haid saya. Saya juga berubah menjadi sangat-sangat moody. Si bulan mau datang nih, saya bilang sama Pak Bojo. Pak Bojo yang pengen punya anak cepet langsung bete. Saya beli pembalut (sampek sekarang masih utuh, belum kebuka) dan saya bawa kemana-mana di tas, siapa tau si bulan datang tiba-tiba.

2 March 2017:
Pak Bojo ulang tahun. Saya ngerasa ga enak badan hari itu. Dipijetin juga loh sama ipar saya, pake dikerokin juga sama Pak Bojo. Alhamdulillah lagi, baby gak papa.

7 March2017:
Hari ke-13 saya terlambat haid, saya mengira saya masih akan haid. Hari itu, saya ada acara makan malam bersama keluarga suami saya. Saya memakai dress selutut warna putih dengan perasaan khawatir. Khawatir bocor. Gak lucu dong, baju putih terus saya bocor haid. Dalam perjalanan menuju restoran, saya sempet kram perut juga. Rasanya agak kenceng, maka dari itu saya curiga mau mens. Di acara makan malam itu saya bisikin Pak Bojo, kalau saya belum haid, dan besok hari ke-14 saya terlambat haid, saya mau test lagi besok. Malam itu kami beli testpack.

8 March 2017:
Hari ke-14 saya terlambat haid. It was my greatest day ever!!!
Bangun tidur, saya langsung melakukan test di kamar mandi. Hasilnya? Garis dua, ungu tua, jelas, tebal, tegas! Apa yang saya rasakan waktu itu? Campur aduk. Haru, bahagia, khawatir, excited, dan lain-lain. Saya sembunyikan hasil dua garis itu, kemudian mandi. Selesai mandi, saya sampaikan hasilnya ke Pak Bojo dengan sedikit drama, saya buat dia marah dulu, baru saya kasih lihat hasilnya. Ekspresinya? Priceless!! Sayang sekali, saya tidak merekam wajahnya saat itu. Alhamdulillah... Alhamdulillah ... Alhamdulillah ... 

Orang pertama yang saya beri tahu setelah Pak Bojo adalah temen sekantor saya yang memang penasaran banget sama hasilnya. Setelah itu, saya memberitahu Bunda (calon Nenenda) by whatsapp. Pak Bojo kasih pengumuman ke semua orang sambil senyam-senyum. Bangga dia. Kredibilitasnya sebgai laki-laki terbukti.

Berikut adalah tanda-tanda kehamilan yang saya alami, yang kurang lebih sama dengan tanda-tanda haid:
1. Moody
2. Pilih-pilih makanan
3. Kram Perut (ini karena saya kecapekan, makannya setelah tau saya hamil, saya diharuskan sering istirahat oleh dokter)
4. Payudara membengkak dan sakit (tidak saya alami untuk tanda-tanda haid)

Oya, dokter bilang kan usia kandungan sudah delapan atau sembilan minggu. Jadi seharusnya tanggal 25 February 2017, saya sudah hamil dong yes... Nah, kenapa hasilnya negative? Itu karena hormonal system kita yaa Buibuk... Setiap orang beda-beda. Kadang malah ada yang sampai usia kandungan tiga bulan masih sering nge-flek kayak haid. Sebaiknya segera konsultasi dengan dokter kandungan pasca menikah dan terlambat datang bulan. Bunda saya menyarankan untuk menemui dokter kandungan semenjak ada keputusan menikah, tapi saya abaikan. Mangkannya nurut sama Ibuk!!!

Trus HATI-HATI DENGAN HASIL TESTPACK NEGATIVE!!! Konsultasi dulu sama dokter kandungan, pastikan hamil atau tidaknya untuk mengurangi resiko pada ibu dan janin. Setiap manusia diciptakan berbeda, dan kita wanita sangat special. Kekuatan rahim dan janin setiap individu juga berbeda, maka dariitu menjaga lebih dini lebih baik. Saya akan bahas sedikit soal 'Penjagaan Dini' ini di post selanjutnya.

See you soon !!!

Jumat, 02 Desember 2016

DIY Brush Storage - DIY Tempat Kuas Make Up

Hi Ladieeeesss!!!

Seiring perkembangan jaman, segala informasi yang kita inginkan serasa sangat dekat, termasuk informasi mengenai make up. Banyak sekali Beauty Blogger, Beauty Youtuber, dan lain-lain, yang memberikan banyak informasi mengenai make up dan kecantikan. Mau tau soal kualitas produk tertentu? Tinggal ketik 'review product A'. Perlu guru untuk ngajarin dandan? Tinggal ketik 'make up tutorial'. Kamu juga bisa menyesuaikan 'look' yang kamu mau loh... Seperti 'natural look for daily' atau 'smokey look for party' dan lain-lain.

Salah satu beauty youtuber yang aku suka banger adalah Si Mbak Cantik Suhay Salim. Coba search deh di youtube, dia share brand-brand apa aja yang dia pake untuk make up tutorialnya. Selain dia, aku juga suka Cece Cantik Starrr Irawan, ini link instagramnya Instagram Star Irawan.

Aku pribadi suka make up dari dulu. Wait ralat, suka di make up in yaa bukan make up sendiri. Waktu kecil, aku sama sepupuku suka didandanin sama Tante. Dipake praktek sama Tante, mulai make up yang natural, terus yang lucu jadi kayak kucing, (sayangnya dulu belum ada ponsel selfie), sampail Nail Art ala-ala. Meskipun, sudah sering bermain dengan make up waktu kecil, aku bukan type yang suka dandan. Mulai suka dandan sendiri itu SMA, itupun karena punya pacar, dan si mas pacar protes karena aku ga pernah dandan. Dari situ mulai rutin dandan, yaa meski cuma dandan abal-abal bedak, blush on, sama mascara aja, yang ngebelanjain Bunda lagi. Haha...

Lulus SMA, saya langsung kerja, otomatis harus dandan dong yaa? Biar keceh... Dari kebiasaan dandan tiap hari, akhirnya suka deh make up. Suka banget pas nge-blend warna di mata, tapi jangan dibayangin aku yang suka make up sama orang lain yang suka make up. Tetep lebih lebih lebih suka makan sama masak sih kalo aku, hehe...

Make up jadi hobby baru sekarang. Aku mulai suka ngumpulin make up tools sama beberapa product. Terbantu banget dengan social media dan youtube, jadi aku bisa cari rekomendasi dan penyesuain harga dulu sebelum beli. Nah, salah satu tools yang aku baru dapet adalah make up brush set. Sayangnya, brush ini ga ada tempatnya, jadi deh memutar otak untuk nempatin kawan-kawan baru ini di kamar. Akhirnya, aku memutuskan untuk buat sendiri tempatnya. Iseng aja sih... Tapi hemat juga kan? Hehehe... Ini step by step nya yaa...

Bahan dan alat:
-toples plastik bekas
-gosokan kawat (yang biasanya buat panci)
-lem rajawali
-spatula lem (boleh pake apa aja sih...)
-kertas gambar/kertas lipat/ apapun untuk pelapis

Cara membuat:
1. Cuci toples yang akan digunakan. Lepas sticker untuk memudahkan penempelan lapisan. Gosok dengan gosokan kawat sampai benar-benar bersih. (Maafkan daku, lupa fotonya permirsah...). Keringkan.

2. Lapisi toples dengan lem rajawali sampai rata. Usahakan rata yaa, jangan tebal tipis.Ga usah terlalu tebal juga kalau pake kertas gambar / kertas lipat. Tebal-tipis nya bergantung bahan pelapisnya yaak...



 3. Tempelin deh pelapisnya, aku pake kertas lipat yang beli di DAISO, yang serba 25.000 itu loh... Oya, agar lebih rapih, sebelumnya ukur dan gunting dulu bahan pelapis sampai benar-benar sesuai dengan toplesnya. Tekan-tekan bahan pelapis sampai menempel sempurna.


4. Jadi Dehhhh.... New babes get their new home!


Write your comment below, to ask other DIY... Thank you. Happy crafting and Happy Saturdaaaayyy!!!!

Senin, 10 Oktober 2016

Oreo Cheese Cake Lumer

Hallooo!!!
Pengen banget rasanya blog ini disamperin sama banyak orang kayak blogger-blogger lain. Tapi apa daya, kemalasan untuk memperbarui isi blog lebih besar sepertinya dengan keinginan blognya makin bagus? --..--'

Eh, tapi serius loh wording atau merangkai kata itu gak segampang yang dikira banyak orang juga. Salah satu rekan saya di kantor, setiap hari heeboooh soal wording untuk upload akun instagramnya kantor. Dia selalu bingung 'Enaknya ditulis apa ya?', 'Eh, Dek (saya) ada ide nggak? Yang menarik gitu?', bahkan hari ini  dia mau ke toko buku untuk cari buku yang special bahas soal wording. Belum tau juga ada atau enggak buku yang bahas soal caption instagram.

  

Membuat tulisan yang simple, singkat, tapi menarik dan juga maksud yang diingin tersampaikan itu perlu banyak-banyak latihan sepertinya yaa... Saya sendiri masih bingung mau membawa ke mana blog ini. Saya suka baca novel, jadi saya mencoba untuk menulis cerita romansa di blog ini. Sayangnya, sejak adanya android di tangan, saya jadi males baca buku! Yang saya buka yaaa instagram sama youtube terus. --..--" Jadi akibatnya cerita soal Rose dan Ed masih menggantung di Chapter 5. :'(

Memasak adalah hal lain yang saya sukai. Resep-resep di blog ini juga hasil praktek saya dalam hal memasak. Banyak sumber yang saya dapat dalam memasak, selain keluarga dan internet, ada Pak Boss yang suka masak juga. Alhamdulillah aja gitu, punya pasangan yang suka masak, bisa gantian deh masaknya. Hahaha... Resep berikut adalah salah satu resep simple yang saya coba di rumah. Sebenarnya resep ini sudah mendekam di laptop saya sejak awal tahun sepertinya (tapi makanannya cuma bertahan beberapa jam kok, karena masuk ke perut-perut para hadirin di rumah. Hehe). Resep ini juga sudah pernah saya posting di cookpad. Waktu itu, saya cuma mau share dessert yang no bake tapi enak dan yang jadi acuan utama waktu itu adalah semua bahan bisa dibeli di minimarket terdekat (Yah, tau lah yang dua minimarket terkenal ituuu...). Eh, sekarang malah lagi trend yang namanya cheese cake lumer. So, scroll langsung ke bawah yaa...


1. Siapkan bahan-bahannya ladiiieess....

  • 2 bungkus oreo - hancurkan dengan apa saja. (Me way: dalam plastik trus digebugin pake rolling pin)
  • 1/2 cup whipped cream powder
  • 1 botol susu vanilla (sekitar 190-200, no matter what brand yaa)
  • 100 gram keju, parut halus
  • es batu dan air es untuk bantu proses kocok whipped cream
  • 2 sdm margarine/mentega, lelehkan

  • Versi tiramisu:
  • 2 bungkus kejucake
  • 1 sdt kopi + 2sdt gula, seduh dengan air panas satu cangkir (butuhnya beberapa sendok aja sih, tapi saya minum sisanya, haha)





2. Rebus susu dan keju sampai larut dan tidak menggumpal. Dinginkan sampai benar-benar dingin, masukkan beberapa buah es batu untuk mendinginkan. Masukkan chiller sampai benar-benar dingin. Larutan keju inilah yang kita gunakan untuk membuat whipped cream nya. Jadi, pastikan susu keju ini benar-benar dingin. Sambil menunggu proses susu keju ini, hancurkan oreonya, jangan sambil inget mantan yaa Ladies, ntar hilang oreonya.




3. Ukur susu keju tadi sampai seukuran 1 Cup, jika kurang tambahkan air es sampai penuh satu cup. Kemudian masukkan ke dalam mangkuk bersamaan dengan whipped cream bubuk dan kocok sampai kaku. Prinsipnya adalah 1 ukuran whipped cream bubuk dikocok dengan 2 kali lipat cairan super dingin dari ukuran whipped cream bubuk.

Tips untuk mengocok whipped cream:
Gunakan dua mangkok tumpuk. Mangkuk di bawah berisi es batu dan air es, dan mangkuk di atasnya berisi campuran whipped cream. Kocok whipped cream di atas mangkuk es tersebut.




4. Dalam mangkuk terpisah campurkan oreo yang sudah dihaluskan dengan lelehan margarine/mentega. Saya lebih suka margarine untuk resep ini karena memunculkan rasa gurih pada base oreo-nya. Dalam jar yang sudah disiapkan, susun campuran whipped cream dan campuran oreo secara bergantian. Diamkan cake dalam kulkas minimal 4 jam atau semalaman (lama yaa... saya juga sebel nunggunya), kemudian santap dingin-dingin.

Versi tiramisu: Kejucake nya dilaapisi cairan kopi, baru dilapis-lapis dengan whipped cream.





TIPS untuk Jar:

  1. Gunakan botol bekas selai, saya pakai bekas ovomaltine.
  2. Gunakan wadah kecil-kecil seperti tupperware pettite yang saya pakai.
  3. Gunakan alumunium foil cup/paper cup yang tebal. 




HAPPY WHIPPING!!!!!